• Bermodal Lugu Sopir Edarkan Sabu

    0
    Bermodal Lugu Sopir Edarkan Sabu

    Bermodal Lugu Sopir Edarkan Sabu

    Pali, jurnalsumatra.com – Kepolisian Sektor Talang Ubi menciduk seorang pelaku diduga pengedar narkoba jenis Sabu-sabu jaringan Palembang-PALI, Selasa (2/2) pagi ketika pelaku hendak berangkat kerja.

    Namanya Ari Susilo (32) warga Rematas kelurahan Talang Ubi Timur Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Melihat penampilannya, sopir di PT Techwin Benakat Timur (TBT) tidak ada tampang kriminal. Namun jangan salah, wajah lugunya inilah yang dimanfaatkan untuk menjual sabu-sabu.

    Dalam penangkapan tersebut, Polsek Talang Ubi mengamankan barang bukti berupa setengah kantong sedang sabu-sabu diperkirakan harganya Rp 6 juta, satu buah handphone, korek api dan 4 buah sedotan air mineral.

    Dihadapan petugas, Ari berkilah bahwa dirinya bukan pengedar tetapi hanya perantara dari seseorang asal Palembang yang belum dikenalnya.

    “Barang itu dikirim melalui seseorang yang menggunakan mobil jenis Suzuki APV yang nantinya barang tersebut aku kirim lagi ke kawan aku,” katanya.

    Ari juga mengaku baru sekali ini dirinya mencoba jadi kurir. “Baru sekali inilah pak aku dikirim dan disuruh mengantar ke kawan aku, barang ini dikirim dulu uangnya menyusul. Aku tidak boleh upah hanya dapat makai saja kalau sudah sampai ke tangan yang mesan,” ujar Ari yang juga mengaku sudah setahun lebih menjadi pemakai sabu-sabu.

    Sementara Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto SIk melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Janton Silaban didampingi Kanit Reskrim Ipda Rusli SH menjelaskan, sebelum penangkapan pelaku diduga pengedar ini telah dilakukan pengintaian selama sepekan lebih.

    “Gerak-gerik pelaku kita intai lalu kita lakukan penangkapan, berikut kita amankan barang bukti satu kantong sabu-sabu seharga Rp 6 juta yang kita temukan didalam saku baju sebelah kanan,” terangnya.

    Janton juga mengatakan tidak serta merta mempercayai pengakuan pelaku. “Pengakuan pelaku masih belum terbuka karena pelaku ini sudah lama kita incar, dia pemakai sekaligus pengedar. Kita akan terus dalami kasus ini supaya bandar besarnya bisa diungkap agar peredaran barang laknat ini di wilayah kita bisa di minimalisir. Untuk pelaku ini kita jerat Undang-undang nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman minimal 5 tahun  penjara,” ungkap Janton. (Yongky)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com