• Beranda – DINKES Sampang Lakukan Pengasapan Di Daerah Endemis

    0

    Sampang, jurnalsumatra.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang, Jawa Timur melakukan pengasapan guna memberantas sarang nyamuk di daerah endemis demam berdarah dengue (DBD) di wilayah itu.
    “Pengasapan yang kami lakukan guna memberantas sarang nyamuk, sementara ini difokuskan di Kecamatan Sokobanah,” kata Kepala Dinkes Sampang Firman Pria Abadi di Sampang, Sabtu.
    Ia menjelaskan, pengasapan itu melibatkan semua pihak, seperti petugas medis dari puskesmas setempat, polisi dan TNI.
    Menurut Firman, Kecamatan Sokobanah, merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Sampang yang masuk daerah endemis, karena jumlah penderita DBD di wilayah itu sangat banyak.
    “Selain itu, Kecamatan Sokobanah ini termasuk daerah endemis baru, karena pada tahun-tahun sebelumnya, Kecamatan Sokobanah aman dari penyakit DBD,” tuturnya, menjelaskan.
    Saat ini, kata dia, pihaknya telah menetapkan status waspada terkait kasus DBD itu.
    Oleh

    karenanya, Dinkes Sampang kini juga mengubah pola pemeriksaan pada warga yang terduga kasus DBD, yakni dengan mencurigai semua jenis demam (panas) sebagai demam berdarah dengue.
    “Langkahnya, kita lakukan pemeriksaan laboratorium pada warga yang terserang demam (panas), kalau mencurigakan, kita langsung rawat ke puskesmas,” ujarnya.
    Setiap 12 jam dilakukan pemeriksaan laboratorium, sampai benar-benar dinyatakan aman. Jika tromositnya menurun, maka akan dirujuk ke rumah sakit.
    Firman menjelaskan, langkah ini juga dimaksudkan untuk menghindari terjadinya penumpukan pasien yang diduga terjangkit DBD di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang.
    “Hingga Kamis (4/2), jumlah warga Sampang yang menderita DBD sebanyak 77 orang yang dirawat di masing-masing Puskesmas di Kabupaten Sampang, dan sebanyak 33 orang dirawat di RSUD Sampang,” paparnya.
    Dari jumlah itu, dua orang meninggal dunia. Satu diantaranya positif terserang DBD berdasarkan hasil pemeriksaan laboratoriun, sedangkan seorang lainnya masih dugaan.
    “Karena dari dua orang meninggal ini, hanya satu yang diketahui menderita DBD berdasarkan hasil lab, sedangkan satunya belum sempat diperiksa di laboratorium,” tambahnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com