• Bantul Rancang Penghapusan Retribusi Pendidikan Dan Kesehatan

    0

         Bantul, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, merancang penghapusan retribusi bidang pendidikan dan kesehatan untuk mengurangi beban masyarakat terutama dari kalangan keluarga miskin.
    “Salah satu strategi dalam program penanggulangan kemiskinan adalah pengurangan beban. Kami telah merancang penghapusan retribusi pendidikan dan kesehatan,” kata Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih di Bantul, Kamis.
    Menurut dia, retribusi atau biaya yang diberlakukan kepada masyarakat dalam hal pelayanan kesehatan dan pendidikan masih membebani masyarakat sehingga bagi warga yang masuk keluarga miskin akan memberatkan.
    “Di Bantul ada 75 desa, 933 dusun dengan penduduk hampir sejuta jiwa, sementara angka kemiskinan masih sebesar 12,41 persen atau sekitar 114 ribu jiwa warga Bantul masih berada pada garis kemiskinan,” katanya.
    Selain penghapusan retribusi pendidikan dan kesehatan, dalam pengentasan kemiskinan di Bantul dilakukan dengan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan desa, pelatihan wirausaha dan pendampingan usaha.
    “Kami berterima kasih telah mendapatkan gelontoran dana sebesar Rp26 miliar untuk pemberdayaan desa di Bantul pada 2016. Mari kita bersama membangun desa untuk membangun Indonesia,” katanya.
    Semetara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, Tri Saktiyana mengatakan, akan melakukan validasi data kemiskinan di Bantul agar lebih valid untuk kemudian dimasukkan dalam program penanggulangan kemiskinan tersebut.
    Ia mengatakan, berkaitan dengan validasi data tersebut, pada 2015 sudah dilakukan pendataan untuk basis data terpadu, kemudian pada 2016 ini akan dilakukan penyisiran tentang basis data terpadu untuk menentukan sasaran program penanggulangan kemiskinan.
    “Yang pertama datanya dulu benar, setelah itu pengurangan beban, misalnya biaya pendidikan dan kesehatan dikurangi. Untuk pemberdayaan itu kegiatan ekonomi berbasis ekonomi lokal, pariwisata, pertanian dan kerajinan,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com