• Bank Sumsel Babel Siapkan 25.000 e-Money Card

    0

    Logo_Bank_Sumsel_BabelPalembang, jurnalsumatra.com – Bus Rapid Transit (BRT) Transmusi yang dikelola PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) kembali akan menggunakan elektronik money untuk pembayaran tiket. Diberlakukannya kembali pebggunaan tiket elektronik ini setelah vakum sekian lama dan kembali mengginakan pembayaran secara manual.

    SP2J pun melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bank Sumsel Babel, penerapan smart card dengan menggunakan uang elektronik mulai digunakan, meski masih dalam tahap uji coba.

    Direktur Utama (Dirut) Bank Sumsel Babel, Muhammad Adil mengatakan, untuk tahap awal nanti, Bank Sumsel Babel akan menerbitkan 25.000 kartu BSB cash. Masyarakat dapat mengisi uang elektronik itu dengan nominal maksimal Rp 1 juta. “Kita akan siapkan 25.000 kartu BSB Cash yang bisa didapat di seluruh kantor Bank Sumsel Babel,” ujarnya pada jurnalsumatra.com.

    Adil menerangkan, meski masih tahap uji coba, BSB Cash ini sudah diluncurkan dan sudah mendapt restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk produk e-money yang menjadi salah satu program pihaknya. “Memang belum resmi di grand lounching. Namun, ini sudah diluncurkan melalui uji coba internal. Salah satunya dengan melakukan uji coba pada Transmusi. Semua teknologi juga sudah disiapkan,” tuturnya.

    Dalam proses uji coba ini, Bank Sumsel Babel menargetkan akan selesai sekitar satu sampai dua bulan. Perusahaan sendiri sudah melakukannya sejak Januari sehingga ditargetkan Maret dapat dipasarkan. “Kami menrgetkan, BSB Cash diluncurkan paling cepat pada Maret 2016 sebagai. Karena ini bentuk inovasi produk perbankan yang dilakukan perseroan,” terangnya disela-sela lounching opersionl perdana Bus Transmusi bantuan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) dan HUT Bus Rapid Transi t(BRT) Transmusi, Senin (22/2).

    Seperti diketahui, penerapan smart card dengan menggunakan uang elektronik bukan yang pertama bagi Transmusi. Sebelumnya, pengelola sudah bekerjasama dengan sejumlah bank nasional, yakni BNI (BNI prepaid), Mandiri (emoney Mandiri) dan BCA (Flazz BCA) untuk pembayaran tiket secara non tunai pada 2013 dan mesin seharga ratusan juta rupiah yang dibeli SP2J hilang.

    Akibatnya, praktik menuju less cash society itu tidak berjalan lancar, penerapan pembayaran tiket dengan e-money tidak berjalan lagi sejak 2014 sehingga pembayaran tiket kembali manual hingga saat ini.

    Direktur Utama PT SP2J Ahmad Novan mengatakan pihaknya memastikan penerapan smart card kali ini bisa tahan lama. “Yang lalu biarlah, kita bicara sekarang dan penggunaan e-money ini bisa berjalan lancar di 200 unit Trans Musi,” katanya.

    Ditempat yang sama, Walikota Palembang Harnojoyo menambahkan pemkot membuka peluang bagi perbankan lainnya untuk bekerjasama dalam pembayaran tiket secara elektronik. “Kali ini akan lebih baik. Kami juga buka peluang bagi bank lain, silakan bersaing dengan baik,” imbuhnya.(ria)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com