• Bangunan Sekolah Hampir Roboh, Murid Masuk Bergilir

    0

    IMG_20160224_121752 IMG_20160224_121836

    KAYUAGUNG, SUMSEL. jurnalsumatra.com – Murid Sekolah Dasar Negeri 1 (SDN) Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terpaksa masuk sekolah secara bergilir.

    Hal ini dikarenakan terbatasnya lokal yang bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

    Sebelumnya, SDN SP Padang memiliki Sembilan lokal ruang kelas untuk menampung 290 murid yang ada, sehingga tidak perlu melakukan kegiatan belajar mengajar secara bergilir.

    Tapi, kini suasananya berbeda sejak 1 Februari 2016, ada enam lokal ruang belajar dinilai tidak layak untuk digunakan, karena nyaris roboh.

    Hal itulah yang membuat kepasa sekolah, guru, serta wali murid dan komite sekolah untuk memutuskan kegiatan belajar mengajar dibagi menjadi dua waktu, yakni pagi dan siang.

    “Kondisi ini telah dialami oleh murid-murid kami sejak tanggal 1 Februari 2016 lalu, dikarenakan bangunan sekolah SDN 1 SP Padang tidak layak digunakan lagi untuk proses belajar mengajar,” kata Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 1 SP Padang, Eridia SPd, Rabu (24/2/2016).

    Dijelaskannya, langkah tersebut diambil berdasarkan keputusan bersama antara pihak sekolah, komite dan wali murid untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terhadap keselamatan murid, dengan hanya menggunakan 3 lokal rungan kelas yang tersisa.

    “Kita tidak mau mengambil resiko, sebab kondisi bangunan tersebut sewaktu-waktu bakal ambruk atau roboh, mengingat usia banguan tersebut berdiri sejak tahun 1917 lalu,” bebernya.

    Ditambahkan Indra (36), warga desa setempat yang juga merupakan salah satu wali murid menjelaskan bahwa bangunan sekolah tersebut tidak layak dipakai lagi, karena kondisi dari rangka tiang-tiang penyangga bangunan yang berbahan kayu sudah rapuh dan keropos.

    Mengingat dari usia bangunan yang hampir mencapai satu abad lamanya, sudah sewajarnya pemerintah Kabupaten OKI membangunkan gedung sekolah yang baru. Apa lagi sekolah ini telah direhab sebanyak dua kali, jadi wajar saja kayu bangunan tersebut sudah keropos dan tinggal menunggu robohnya saja.

    “Sesuai dengan kesepakatan, saya menyampaikan pesan seluruh wali dari murid SDN 1 SP Padang, jika Bupati OKI, Iskandar SE dapat membangun gedung sekolah ini di tahun 2016, kami siap mendukungnya menjadi bupati OKI diperiode mendatang,” ungkapnya.

    Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten OKI, Husni, ketika diwawancara menjelaskan bahwa bangunan sekolah tersebut merupakan bangunan sekolah Cagar Budaya yang bentuk asli dari bangunannya tidak boleh dihilangkan dengan mendirikan gedung sekolah yang baru,” katanya.

    Dijelaskannya juga, sebenarnya di tahun 2015 lalu Pemkab OKI telah menganggarkan pembangunan sekolah tersebut, sayangnya pada saat itu terkendala oleh pemilik dari tanah tersebut sehingga pembangunan terpaksa dibatalkan karena tidak ada surat hibah dari tanah tersebut.

    “Sebenarnya ditahun 2016 ini Pemkab OKI tidak menganggarkan dana untuk pembangunan SDN 1 SP Padang. Dikarnakan kondisi dari bangunan tersebut sangat-sangat memprihatinkan sekali pada saat saya melihat langsung ke sekolah tersebut beberapa waktu lalu untuk membuktikan kebenarannya, sehingga pantas saja Kepala UPTD SP Padang, Abdullah alias Arfai, beserta seluruh guru-guru di Kecamatan SP Padang untuk menggalang dana sumbangan sukarela agar tanah tersebut dapat dibeli dari pemiliknya sehingga di tahun 2016 ini bangunan tersebut dapat diperjuangkan oleh Pemkab OKI melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) atau pun Block Grand. (RICO)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com