• Anggota Kodim 1506/Namlea Terapkan Ilmu Pertanian

    0

        Ambon, jurnalsumatra.com – Anggota Kodim 1506/Namlea, Kopda Supriono menerapkan ilmu pelatihan pertanian yang ditekuninya selama tiga minggu, di Biogel, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.
    “Ilmu yang didapatkan Bintara Bina Desa (BABINSA) ini, ia menerapkan di desa binaannya bersama petani sawah pada lahan seluas 0,25 hektar, di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku,” kata Kepala Penerangan Kodam XVI/Pattimura, Kolonel Arh M Hasyim Lalhakim, di Ambon, Senin.
    Menurut dia, setelah dicanangkan program swasembada pangan nasional oleh Presiden  Joko Widodo pada akhir 2014, TNI diperintahkan membantu dengan melakukan kerja sama Kementerian Pertanian untuk mencapai target swasembada pangan nasional pada 2017.
    “Mabes TNI segera menindaklanjutinya melalui penandatanganan nota kesepahaman kerja sama dengan Kementerian Pertanian, dan ditindaklanjuti ditingkat Kodam dan Kodim antara Dinas Pertanian setempat,” kata Kapendam.
    Ia menyatakan, TNI serius terlibat dalam program ini, karena mendapat perintah langsung dari Presiden.
    “Bagi TNI, apa yang sudah  diperintahkan, adalah suatu kepercayaan dan itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.
    Untuk itu, Kodim 1506/Namlea, yang sebagian besar wilayahnya memiliki potensi pertanian baik untuk dikelola, karena kenyataan selama ini, kebutuhan beras masyarakat di wilayah Maluku belum bisa terpenuhi, sehingga harus mendatangkan dari pulau Jawa dan Sulawesi.
    “Program Upaya Khusus (UPSUS) Kodim 1506/Namlea, Pemerintah Kabupaten Buru, melalui Dinas Pertanian setempat bersama kelompok tani, gencar dilakukan dalam rangka swasembada pangan 2017,” ujar Kapendam.
    Ia menjelaskan, bantuan bibit unggul dan pupuk dari pusat sudah berjalan baik, termasuk perbaikan jaringan irigasi terus dilakukan, serta pelatihan pertanian bagi kelompok tani dan Babinsa, di Jawa dan Sulawesi.
    “Bibit padi tumbuh dengan subur dan bibit yang ditanam sudah berumur 30 hari, saatnya tahap penyemprotan untuk mencegah serangan hama. Lahan yang ditanami padi, merupakan lahan percontohan, jika nantinya berhasil akan dikembangkan secara luas kepada seluruh kelompok tani di wilayah itu,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com