• Advokat Masa Depan Ibarat Dokter Spesialis

    0

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com –  DPP Kongres Advokat Indonesia (KAI) bertekad menjadikan organisasi advokat ini ke depannya seperti dokter spesialis yang memiliki kompetensi.

    “Di Raker hari ini banyak mengeluarkan kebijakan baru. Dulu dikenal single bar. Wadah tunggal. Sudah tidak relevan lagi. KAI yang pertama menyambut multi bar. Menyambut MEA. Kita siap. Dengan sertifikasi dan spealisasi.

    Dulu dokter umum. Sekarang spesialisasi. Begitu juga dengan advokat selama ini advokat umum. Sekarang akan kita bangun advokat plus spesialis,” ungkap Presiden DPP KAI, H Tjoetjoe S Hernanto SH MH CLA pada penutupan Kongres Nasional Luar Biasa KAI (Kongres Advokat Indonesia) dan Rakernas di Hotel Horison Ultima Palembang, Kemarin.

    Tjoetjoe mengaku pada Kongres Nasional Luar Biasa dan Rakernas KAI, banyak mengajukan perubahan. Salah satunya jabatan Presiden hanya satu periode (5 tahun). Kalau dulu dua periode. KAI memikirkan kaderisasi berjalan cepat. Yang paling penting dengan jabatan dibatasi 1 periode menghindarkan seseorang yang ingin membangun dinasti. Jangan terlalu lama.

    “Saya begitu akan berakhir usai 57 tahun. Sadar tidak enerjik lagi. Di Raker hari ini banyak mengeluarkan kebijakan baru. Dulu dikenal single bar. Wadah tunggal. Sudah tidak relevan lagi. KAI yang pertama menyambut multi bar. Menyambut MEA. Kita siap. Dengan sertifikasi dan spealisasi.

    Dulu dokter umum. Sekarang spesialisasi. Begitu juga dengan advokat selama ini advokat umum. Sekarang akan kita bangun advokat plus spesialis. KAI tidak tahu yang lain. Inilah yang tersaftar di Kemenhumham. Tentu beda,” katanya.

    Di dalam Rakernas ada 3 komisi. Organisasi keanggotaan, program, rekomendasi.

    Sekjen DPP KAI, Aprillia Supaliyanto Mengukapkan Menyangkut organisasi agak panjang karena perlu penataan, penguatan. Kita evaluasi masa kepemimpinan kami. Ke depan bangun organisasi modern berbasis kompetensi. Kita punya komitmen bangun organisasi modern berkompetisi dengan organisasi advokat lain. Pembeda kami, bicara kualitas dalam rekrut kita tidak sembarangan merekrut, meluluskan. Wujud kepatuhan kami kepada UU. Menghasilkan yang kualified.

    Tolok ukur yang kami bangun dalam memanajerial. Mulai dari kesekretariatan. Ke depan pengelolaan kesekretariatan menghire dari profesional tenaga yang expert.

    KAI ke depan advokat tidak hanya profesi dalam hukum acara. Tapi diberikan kompetensi. Knowledge, skill dan attitude. Bentuk lembaga sertifikasi profesi. Ini yang belum dimiliki organsisasi advokat lain.

    Tambah Aprillia “Kami bangun peradaban baru. Selama ini suka dimarginalkan. KAI bukan hanya memperuntukan untuk KAI saja, tapi untuk advokat seluruh Indonesia. Momentum ini ayo sama-sama kita perjuangkan. Dari Palembang ini kami berharap untuk mewujudkannya”,.jelasnya (yuyun)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com