• Warung Djadoel (Djadjan Doeloe) Buka Pertama di Palembang

    0

    Palembang, jurnalsumatra.com – Warung satu ini mernawarkan jajanan yang mempunyai citarasa tersendir yang merupakan resep khas keluarga yang berasal dari Bandung yang terletak di Jl. R. Sukamto (sebelah Lele Lela) Palembang.

    Derry Akhmad selaku pendiri dari warung djadoel kepada jurnalsumatra.com mengatakan “Ide awalnya tempat ini, sekedar ingin membuat tempat jajanan yang mempunyai ciri khas zaman doeloe walaupun arti tempat ini pengertiannya adalah tempat untuk jajan dahulu, yaiitu merupakan tempat yang dibuat sedemikian rupa agar terlihat seperti zaman dahulu, terasa akan merasakan berada di rumah pada masa lampau sekaligus untuk bernostalgia bersama teman dan rekan sekerja”.

    “Warung Djadoel ini, menawarkan beberapa jenis makanan yang berasal dari resep keluarga sendiri” tambah Derry yang berasal dari Bandung dan mempunyai istri orang Palembang ini.

    Beberapa makanan di tawarkan adalah seperti baso tahu (siomay), batagor, yamien baso, pangsit, babat dan ada juga gado-gado Parahyangan yang bentuknya seperti gado-gado Jakarta dengan bumbu pendakas, seperti pasta kacang, juga ada Soto Bandung yang berkuah bening berisi irisan daging sapi, lobak putih dan taburan kacang kedelai.

    Makanan yang menjadi favorit ditempat warung djadoel ini adalah nasi lidah sapi tumis pedas dengan harga cukup terjangkau hanya Rp. 30.000,- yang berasal dari resep keluarga sendiri bukan resep dari Bandung. “Karena setiap ada keluarga di Bandung mengadakan suatu acara masakan olah lidah sapi, pasti dari keluarga kami yang membuatnya.” Jelasnya.

    Warung Djadoel sendiri mempunyai one roof concept store ada menyediakan beberapa jenis makanan, beberapa kue International yang biasa di jumpai di hotel berbintang dan gungting rambut khusus laki-laki (Gentlement’s Barber) dengan jam buka dari pukul 8 pagi sampai dengan 21:00 wib.

    Sebelumnya saya buka tempat di Jl. K.H. Ahmad Dahlan No. 72 merupakan Toko kue (De’Patisserie) dalam bahasa Francis, khusus menawarkan kue-kue International yang biasa ditemui di hotel maupun di luar negeri juga merupakan resep yang berasal dari saya sendiri” ungkap cowok yang menamatkan kuliahnya di STPB yang sering disebut enhaii di Bandung yang sudah buka dari tahun 2010.

    Untuk harga rata-rata makanan di Warung Djadul dari Rp. 6.000,- sampai Rp. 30.000,- sementara untuk kue tergantung jenis dan ukuran dari terkecil Rp. 7 ribu sampai loyang yang paling besar seharga Rp. 700 ribu.

    “Kami selalu menyediakan untuk ukuran kecil dan sedang tetapi untuk ukuran yang besar harus pesan terlebih satu sampai 3 hari sebelumnya tergantung dengan jenis kue dan ukurannya. Fasilitas yang disediakan dengan ruangan ber AC dan Smoking area juga free Wifi dengan suasana kembali kemasa lalu.” Pungkasnya. (edchan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com