• Warga Mesuji Lampung Desak Polisi Atasi Begal

    0

    Mesuji, jurnalsumatra.com – Warga Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan mendesak aparat kepolisian segera mengatasi aksi begal dan pencurian sepeda motor yang belakangan marak dan menimbulkan keresahan masyarakat.
    Menurut sejumlah warga Mesuji, Jumat, aksi begal dan pencurian sepeda motor telah menimbulkan keresahan dan menghantui masyarakat Mesuji, mengingat sering terjadi aksi begal maupun pencurian sepeda motor termasuk dilakukan pada siang hari.
    Salah satu warga Kecamatan Simpang Pematang, Mesuji, Budi, beberapa hari lalu mengaku menjadi korban aksi kriminalitas pencurian sepeda motor.
    Sepeda motor Honda Beat yang biasa diparkir di garasi rumahnya, lenyap digondol pencuri.
    Menurut dia, pencurian sepeda motornya itu kemungkinan terjadi pada Rabu (13/1) malam antara pukul 20.00–23.00 WIB.
    Dia telah melapor ke pihak kepolisian setempat, namun belum mendapatkan kabar lebih lanjut tentang pencarian sepeda motor yang hilang itu.
    Pada siang hari berikutnya, Kamis (14/1), Rawati yang tinggal tak jauh dari rumah Budi, juga kehilangan sepeda motor Honda Vario.
    Menurut wanita yang rumahnya hanya berjarak 100-an meter dari rumah Budi itu, menyatakan peristiwanya terjadi larut malam atau dini hari Kamis. Sepeda motor itu diparkirkan di garasi rumahnya. “Selama ini aman-aman saja,” katanya. Dia juga sudah melaporkan kasus itu ke polisi setempat.
    Warga Mesuji lainnya juga mengaku menjadi korban aksi begal di siang bolong.
    Warga Simpang Pematang itu, Pendi (18), awalnya hendak melihat lokasi bendungan.
    “Setelah itu saya nongkrong di jembatan bendungan dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit dengan nomor polisi BE 2625 LQ, sesaat kemudian muncul lima pemuda tak dikenal yang tiba-tiba meminta sejumlah uang maupun motor saya,” ujarnya lagi.
    Karena melawan, telepon genggam miliknya dibuang pelaku ke danau di bendungan itu. Korban juga dijeburkan oleh lima pemuda itu ke danau.
    Namun, kontak sepeda motor yang diincar pelaku tetap dipegang korban yang kemudian minta tolong kepada warga, sehingga banyak orang berdatangan. Setelah itu, lima pemuda tersebut kabur.
    Beberapa warga setempat membenarkan, di bendungan Simpang Pematang itu sering terjadi aksi begal.
    Menurut warga itu, beberapa hari yang lalu salah satu warga kena begal di bendungan itu. Para pelakunya tak dapat diamankan karena bisa kabur lebih dulu sebelum warga berdatangan.
    Bendungan yang menjadi tempat para pemuda nongkrong itu, juga menjadi sasaran tindak kriminal bagi para begal, sementara pengawasan dari aparat kepolisian dinilai masih sangat minim.
    Warga berharap bendungan di Simpang Pematang itu dapat dipasangi plang kawasan rawan begal.
    Warga juga mendesak aparat kepolisian dapat bertindak tegas, termasuk mengawasi dan patroli di sekitar bendungan, agar tak terjadi lagi korban pembegalan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com