• Wali Kota Bongkar Pagar Buka Akses Sekolah

    0

    Yogyakarta, jurnalsumatra.com – Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti membongkar pagar pembatas yang berada di kompleks Perumahan Green House untuk memberikan akses kepada siswa MTS Muhammadiyah Karangkajen agar bisa masuk sekolah.
    “Hal ini dilakukan sebagai langkah diskresi dalam kondisi darurat, yaitu memberikan akses kepada siswa agar bisa masuk sekolah dan belajar. Selanjutnya, perlu ada pembahasan antara pihak sekolah dan perumahan,” kata Haryadi di Yogyakarta, Senin.
    Tembok pembatas perumahan yang dibongkar sepanjang 3 meter.
    Siswa MTS Muhammadiyah Karangkajen tidak bisa mengakses gedung sekolah Unit II yang berada di Jalan Sisingamangaraja Nomor 4 karena satu-satunya akses ke sekolah sudah tertutup oleh bangunan warga.
    Salah satu akses yang bisa dilalui secara mudah oleh siswa adalah melalui jalan di dalam kompleks perumahan karena gedung sekolah juga sudah menghadap ke arah perumahan.
    Hanya saja, akses tersebut tertutup oleh pagar kompleks perumahan. Pagar perumahan sudah dibangun sejak 1990, sedangkan gedung sekolah baru dibangun 3 tahun lalu.
    “Pasti ada yang pro dan kontra atas tindakan yang saya lakukan. Saya hanya ingin memberikan akses kepada siswa,” katanya.
    Setelah membuka akses, Pemerintah Kota Yogyakarta juga menurunkan petugas untuk menjaga pintu agar tetap steril dari pihak-pihak lain, seperti pedagang atau penjemput.
    “Bagaimanapun juga, siswa melewati kompleks perumahan yang bisa berdampak pada terganggunya warga yang tinggal di kompleks tersebut. Harapannya, semua pihak bisa saling mengerti,” katanya.
    Ia pun meminta agar pihak sekolah dan perumahan bisa segera melakukan perundingan terkait dengan permasalahan tersebut sehingga masalah bisa cepat selesai dan siswa tidak menjadi korbannya.
    Sementara itu, Kepala MTS Muhammadiyah Karangkajen Sukarni mengatakan bahwa pembangunan gedung baru karena gedung lama yang berada tidak jauh dari gedung baru sudah tidak representatif.
    Sebelumnya, siswa bisa mengakses gedung baru tersebut melalui jalan yang berada di sisi utara sekolah. Namun, akses masuk tersebut kini tertutup bangunan warga.
    “Proses dialog dan negoisasi untuk akses masuk sekolah sudah dilakukan sejak 2 tahun lalu dengan melibatkan berbagai pihak. Namun, tidak membuahkan hasil. Warga di perumahan tidak memberikan akses karena tidak ingin terganggu,” katanya.
    Pihak sekolah, lanjut dia, siap membuat kesepahaman bersama dengan perumahan mengenai siswa di sekolah tersebut agar tidak mengganggu kenyamanan warga perumahan.
    Saat ini, terdapat 438 siswa yang bersekolah di MTS Muhammadiyah Karangkajen yang sebagian besar adalah anak panti asuhan.
    Sementara itu, Ketua DPRD Kota Yogyakarta Sujanarko mempertanyakan sikap Wali Kota Yogyakarta yang membongkar tembok pembatas kompleks perumahan.
    “Mengapa harus memaksakan kegiatan belajar mengajar di gedung baru. Kami akan terus koordinasikan mengenai permasalahan ini,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com