• Tujuh Jam Negosiasi Belum Sepakat

    0
    Tujuh Jam Negosiasi Belum Sepakat

    Tujuh Jam Negosiasi Belum Sepakat

    PALI, jurnalsumatra.com – Kurang lebih selama 7 jam lamanya,karyawan PT Proteksindo Utama Mulia, dalam menunggu keputusan perusahaan, dalam permasalahan tuntutan hak-hak mereka yang belum dipenuhi oleh pihak perusaan, 109 karyawan ini mendatangi kantor DPRD kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali),yang beralamat di Jalan Patio Komplek Komperta Pendopo,kecamatan talang ubi,kabupaten penukal abab lematang ilir (PALI)

    Dari pantauan jurnalsumatra.com, ratusan karyawan PT Proteksindo, datang ke kantor DPRD, untuk meminta keadilan dari pihak Pt.Proteksindo Utama Mulia,dalam hah haknya selaku karayawan, dari pukul 09.00 hingga 18.00 wib,namun  belum ada titik temu antara karyawan dengan manajemen perusahaan Pt.Proteksindo Utama Mulia.

    Diungkapkan Martedi (40) warga Desa Sungai Ibul, aksi ini hanya semata-mata, meminta perlindungan dari wakil rakyat, selaku mediator untuk menyelesaikan masalahan ini, dan apabila pihak perusahaan Pt.Protek sindo Utama Mulia, tidak dapat memenuhi hak-haknya kami sebagai karyawan, tempat produksi perusahaan ini akan di segel, dan portal pintu masuk akan di gembok.

    “Saya merasa manajemen berbelit-belit, untuk menyelesaikan permasalahan ini, sebab dua kali ini karyawan dan perusahaan melakukan pertemuan, akan tetapi belum ada titik penyelesaian juga, disini seluruh karyawan hanya menuntut hak agar dipenuhi, diantara tuntutan surat resmi PHK karena yamg selama ini tidak falied, dan pembayaran uang pesangon, serta selama 2 tahun dengan 1 kali 2, tidak adanya BPJS, diketahui juga di perusahaan ini Situ, Siup, PDP tidak berlaku lagi, ” kesalnya. Kamis (28/01/2016)

    Ditambahkan Ketua Komisi III Ubaidillah DPRD kabupaten Pali, bidang Ketenaga-kerjaan, disini wakil rakyat sudah berupaya memanggil manajemen dari PT Proteksindo Utama Mulia, untuk berunding bersama-sama antara Disnaker dan Perusahaan serta karyawan tersebut.

    Didalam pertemuan ini belum ada titik terang yang jelas, bahwa perusahaan bisa memenuhi tuntutan dari karyawan, akan tetapi Disnaker bersama dengan DPRD dan perusahaan, Jumat (29/1) akan melakukan pertemuan di kantor Disnaker, untuk membahas tentang keputusan dari pihak perusahaan itu sendiri, apabila tidak ada penyelesaian, kasus ini akan dikawal di meja hijau, ” tegasnya.

    Sementara Itu Plt Kadisnakertrans kabupaten Pali Sahadi, untuk melakukan perundingan antara perusahaan, karyawan, DPRD, menyelesaikan tuntutan ini, akan tetapi pertemuan belum menemukan titik kesepakatan, antara kedua belah pihak, oleh karena itu ada pertemuan tahap kedua.

    Sebagai mediator sudah sepatutnya, akan melakukan koordinasi terlebih dahulu, antara kedua belah pihak, dalam tuntutan ini perusahaan tidak boleh memutuskan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak, dan diwajibkan perusahaan membayar uang pesangon kepada karyawan, menurut undang-undangan ketenaga kerjaan, ” tutupnya. (Yongky)

    Foto karyawan melakukan aksi demo damai dan saat melakukan perbinjangan dengan ketua komisi III DPRD pali ubaidilah dan plt.kadisnakertrans pali sahadi

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com