• TNLL Libatkan Warga Untuk Penangkaran Maleo

    0

         Palu, jurnalsumatra.com – Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) melibatkan warga untuk penangkaran burung maleo (macrocephalon maleo) di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
    “Memang selama ini kami libatkan masyarakat setempat yang tergabung dalam kelompok peduli maleo,” kata Kepala Balai Besar TNLL Sudayatna di Palu, Rabu.
    Ia mengatakan kelompok itu dibina oleh Taman Nasional sehingga dalam melakukan kegiatan-kegiatan konservasi di kawasan.
    Peran serta kelompok pecinta maleo tersebut selama ini sangat membantu pihak TNLL dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan flora dan fauna termasuk di dalamnya giat melakukan penangkaran satwa endemik Sulawesi yakni burung maleo yang kini terancam punah.
    Gangguan terbesar adalah perburuan telur maleo yang dilakukan masyarakat karena harganya cukup mahal. Predaktor lainnya, kata Sudayatna, ular dan biawak.
    Namun, sejak dibangunnya sistem penangkaran maleo, kesadaran masyarakat untuk tidak lagi memburu telur dan burung maleo semakin meningkat dan kegiatan perburuan satwa itu semakin menurun dari tahun ke tahunnya.
    Menurut dia, kehadiran kelompok masyarakat pecinta burung maleo di Desa Saluki, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi yang merupakan lokasi dari penangkaran maleo telah banyak memberikan kontribusi besar terhadap konservasi di kawasan Taman Nasional.
    Karena itu, kata dia, pemerintah melalui Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup beberapa tahun lalu memberikan apresiasi yaitu penghargaan kalpataru kepada kelompok pencinta lingkungan di Desa Saluki.
    Penghargaan tersebut diterima langsung oleh salah seorang petugas TNLL, Herman Saisa langsung di Istana Negara Wakil Presiden Boediono.
    Dia menegaskan masyarakat yang terbukti melakukan perburuan satwa-satwa langka dilindungi undang-undang akan dikenakan sanksi.
    “Sanksinya sudah diatur dalam UU perlindungan satwa,” katanya.
    TNLL terletak di dua wilayah yaitu Kabupaten Sigi dan Kabupaten Poso dengan luas areal mencapai sekitar 217.000 hektare.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com