• Timses Sohib Sesalkan Deklarasi PARPOL Dukung Wibawa

    0

    Palangka Raya, jurnalsumatra.com – Tim Sukses calon Gubernur/Wakil Gubernur Kalimantan Tengah nomor urut satu Sugianto Sabran-Habib Said Ismail menyesalkan deklarasi yang dilakukan Partai Hati Nurani Rakyat dan Partai Keadian Persatuan Indonesia terhadap pasangan nomor urut dua Willy M Yoseph/Wahyudi K Anwar, Rabu (13/1).
    Deklarasi tersebut sebenarnya melanggar aturan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang melarang berbagai aktivitas berkaitan dengan kampanye, kata Abdul Razak, Ketua Timses Pemenangan pasangan Sohib di Palangka Raya, Jumat.
    Sebenarnya deklarasi itu melanggar aturan. Seharusnya Bawaslu Kalteng menindak deklarasi tersebut. Sekarang saatnya semua pihak menciptakan suasana yang sejuk dan mengajak masyarakat agar menggunakan hak pilihnya pada 27 Januari 2016.
    Sebelumnya Partai Hanura dan PKPI bersama Partai Nasdem serta Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memberikan dukungan terhadap pasangan nomor urut tiga Ujang Iskandar/Jawawi.
    Namun kasasi KPU Pusat ke Mahkamah Agung (MA) memutuskan pasangan ini tidak dapat dicalonkan karena dukungan PPP cacat hukum atau tidak disetujui dua kepenguruan partai perlambang ka’bah itu, sehingga Hanura dan PKPI mengalihkan dukungannya ke Willy-Wahyudi.
    Razak yang juga Ketua Partai Golongan Karya (Golkar) itu mengaku tidak keberatan dengan pengalihan dukungan tersebut. Namun dia menyesalkan karena dideklarasikan secara terbuka, sementara aturan dari KPU maupun Bawaslu sudah tidak diperbolehkan.
    “Kalau kita mengerti dan mengikuti aturan, tidak ada lagi yang namanya deklarasi maupun dukungan dilakukan secara terbuka. Masa kampanye kan sudah selesai. Kalau diberi waktu lagi berkampanye, selain memberatkan anggaran juga menciptakan masalah-masalah baru. Saya kira keputusan KPU untuk tidak mengagendakan kampanye sudah benar,” katanya.
    Ketua Timses Sohib sekaligus Wakil Ketua DPRD Kalteng itu mengemukakan penambahan anggaran akibat tertundanya pemungutan suara pada 9 Desember 2015 sangat besar yakni Rp32 miliar, sehingga bila diagendakan kampanye ataupun sosialisasi akan semakin besar dana yang dibutuhkan KPU maupun Bawaslu Kalteng.
    “Harapan saya, semua pihak harus menciptakan suasana sejuk sekaligus mengajak masyarakat menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya. Kalau bisa partisipasi pemilih Kalteng pada 27 Januari 2016 di atas 50 persen, bahkan mungkin 70-80 persen,” kata Razak.
    Ketua Partai Hanura Kalteng Maorist Dompas maupun Ketua PKPI Kalteng Ergan Tunjung sama-sama mengaku telah mengalihkan dukungan kepada Willy-Wahyudi.
    Langkah tersebut dilaksanakan setelah berkomunikasi dengan paslon Ujang-Jawawi Pengalihan dukungan tersebut juga merupakan instruksi langsung dari Dewan Pimpinan Pusat kedua partai tersebut.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com