• Terdakwa Korupsi Balai Pemuda Dituntut 6,5 Tahun

    0

         Padang, jurnalsumatra.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut dua terdakwa dugaan korupsi revitalisasi balai pemuda di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, tahun 2013, yaitu Khuslaini dan Mara Husni,  6,5 tahun penjara.
    “Menuntut agar terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama 6,5 tahun penjara, serta denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan,” kata JPU Kejaksaan Negeri Solok Rahmadani, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang, Rabu.
    Selain penjara dan denda, jaksa juga mewajibkan terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp101 juta.
    Perbuatan para terdakwa, dituntut dengan pidana karena melanggar Pasal 2 Undang-undang 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), sebagaimana terdapat dalam dakwaan primer.
    Menanggapi tuntutan itu, kedua terdakwa tak banyak berkomentar.
    Namun penasihat hukum terdakwa yaitu Yuniza Chaniago Cs, menyatakan akan mengajukan pembelaan (Pledoi) secara tertulis pada sidang selanjutnya.
    “Kami akan mengajukan pledoi, untuk menjawab tuntutan dari jaksa,” kata Yuniza.
    Sebelumnya dalam tuntutan jaksa disebutkan, terdakwa Kuslaini, dan Mara Husni, telah merugikan keuangan negara sekitar Rp101 juta.
    Dimana awalnya balai pemuda yang berada di Kabupaten Solok, mendapatkan dana revitalisasi sebesar Rp942 juta, dari APBN.
    Hanya saja, para terdakwa yang mengerjakan proyek tidak melaksanakan sesuai dengan kontrak. Hingga akhirnya merugikan negara sebesar Rp101 juta.
    Sebelumnya pihak terdakwa juga pernah mengajukan keberatan  (Eksepsi) atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum.
    Hanya saja, eksepsi itu dinyatakan ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Padang, yang diketuai oleh Hakim Mahyudin.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com