• Sumsel Target 1400 Hektar Pembukaan Pembukaan Lahan Baru

    0

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Sejumlah daerah penghasil padi di Sumatera Selatan menargetkan produksi padi dapat mencapai 4,7 juta ton gabah kering giling (GKG) sepanjang tahun ini dengan memaksimalkan luas tanam dan pencetakan sawah baru.

    Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel Erwin Noor Wibowo mengatakan, pihaknya berencana melakukan perluasan areal tanam padi.

    “Kami juga akan mengupayakan pembukaan lahan baru untuk tanam padi, rencananya ada cetak sawah seluas 14.000 ha,” ujarnya pada jurnalsumatra.com, (12/1).

    Erwin mengemukakan, pihaknya telah mencatat sebaran cetak sawah di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir seluas 10.000 ha dan sisanya berada di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Musi Rawas (Mura).

    Dia menambahkan, target produksi 4,7 juta ton GKG itu mengalami peningkatan dibanding realisasi produksi pada 2014 yang mencapai 3,6 juta ton (angka tetap).

    Sementara untuk produksi tahun lalu ditarget mencapai 4,2 juta ton dengan total luas tanam 894.220 ha.

    Kenaikan produktivitas pada 2014 ini cukup tinggi dan tak lepas dari adanya beberapa kegiatan yang dilakukan pemerintah. Kegiatan itu di antaranya upaya khusus (upsus) dalam peningkatan pertanian khususnya beras dan tanaman pangan, serta ketepatan waktu dalam penyediaan bibit. Ada juga perluasan, optimasi.

    “Ini karena adanya pemberian bantuan pompa dan traktor yang sudah terealisasi di subround I dan sebagian subround II. Kemudian juga pupuk diupayakan ketepatannya pada bulan tanam, walaupun belum 100 persen. Ini yang sedang diupayakan supaya tepat pada saatnya memerlukan pupuk,” jelasnya.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, produksi padi pada 2015 (angka ramalan II) diperkirakan mencapai 4,26 juta ton atau meningkat 16% dibanding tahun sebelumnya.

    Erwin menambahkan, tantangan produksi padi pada tahun ini masih karena fenomena cuaca yang mana diperkirakan badai La Nina, yang membuat musim penghujan lebih panjang, menghampiri Sumsel.

    “Kami sudah mulai lakukan percepatan penanaman padi, sebagai upaya mengeliminasi dampak La Nina,” katanya.

    Dia mengatakan, sampai saat ini cuaca di Sumsel masih normal, belum ada peningkatan intensitas hujan. Diprediksi oleh BMKG juga la nina diprediksi tidak ekstrim(yuyun)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com