• Ribuan Hektare Ladang berpotensi Diberdayakan

    0
    Rapat Koordinasi Dinas TPH Hafid Fadli..JPG

    Rapat Koordinasi Dinas TPH Hafid Fadli..JPG

    Lahat, jurnalsumatra.com – Saat ini di Kabupaten Lahat, memiliki 25 ribu hektar untuk tanaman padi ladang, sementara sasaran untuk tahun 2016 ini seluas 12 ribu Hektar. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan Dan Holtikutura (TPH) Kabupaten Lahat, Ir H Hafid Fadli, pada rapat Koordinasi Teknis Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) di ruang rapat dinas tersebut, Selasa, (19/1).

    Potensi luasnya lahan tersebut, tersebar di 22 wilayah kecamatan di Kabupaten Lahat, dan akan menjadi target untuk meningkatkan tanaman padi ladang di wilayah Kabupaten Batubara ini. “Nanti semua uptd akan mengajukan Calon petani dan lokasi (PCPL), penerima bantuan, setelah itu semua proses dapt berjalan sebagaiman yang kita harapkan,” ungkap Ir H Hafid Padli MM, pada jurnalsumatra.com, Selasa (19/1).

    Ia mengatakan, untuk menunjang keberhasilan tersebut pihaknya saat ini terus melakukan koordinasi dengan berbagi pihak, seperti pihak Kodin, termsuk koramil, para cmat dan kepala desa. “Koordinasi terus dilakukan, untuk keberhasilan kegiatan ini, baik permerintah kecamatan, pemerintah desa maupun kepada pihk TNI,” tuturnya lagi.

    Saat disinggung wartawan terkait upaya apalagi yang akan dilaksankan pihak TPH, menurut mantan Kepala BP4K ini, ada semacam biaya bantuan untuk para petani yang nantinya menggarap lahannya nanti, seperti bibit padi dan lainnya, ada dana sekitar 325 ribu per hektar, untuk biaya meningkatkan program itu.

    “Kita nanti akan Prioritaskan pupuk bersubsidi, bagi petani opsus ini,, meski Potensi ladang, seluas 25.000 Hektar, namun  sasran kita saat ini kurang lebih 12.000 Hektar,” imbuhnya. Pada rapat Koordinasi Teknis Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) ini juga pemerintah Kabupaten Lahat melalui dinas TPH memberikan 25 Unit Pompa Air Model MBIP-80 sebagai pompa penyedot air untuk menangggulangi kekeringan ladang saat musim kemarau.

    “Selain akan menggarap lahan kosong yang ada saat ini, Lahan ex Tambang Batubara di Wilyah merapi, perlu di ukur kadar  kelayakan lahan untuk cocok tanam, diperlukannya PH Meter untuk mengetahui kadar tersebut,” pungkasnya. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com