• Retribusi Ganda Resahkan Pedagang 16 Ilir

    0
    pasar 16 ilir palembang

    pasar 16 ilir palembang

    Palembang, jurnalsumatra.com – Para pedagang di pasar 16 ilir baru Palembang  resah pasalnya mereka dipungut retribusi pasar dua kali dalam sehari.Retribusi itu pertama dipungut oleh pihak Pt Ganda Tahta Prima (GTP) dan ke dua oleh Perusahan Daerah (PD)Palembang Jaya Palembang.

    “Kami para pedagang di pasar ini bingung mengapa kami di tarik retribusi dua kali dalam sehari.dan penarikan itu dimulai hari ini,mana yang benar ini, kami bingung dua -duanya mengaku punya hak”, kata Salim pada jurnalsumatra.com.

    Kalau kami ditarik dua kali keluh Salim artinya kami harus bayar Rp 5 000 dan Rp 7000.kami keberatan jika dipaksa bayar dua kali dalam sehari.

    Lebih lanjut kata Salim kami sangat kaget tiba-tiba Minggu (3/1) ada spanduk yang dipasang pihak PD Pasar Palembang Jaya.”Pengumuman Mulai tanggal 3 janwari 2016 seluruh Pengelolaan Pasar 16 ilir Palembang meliputi pengelolaan harian pasar,Parkir dan WC dilaksanakan oleh PD Pasar Palembang Jaya dDan siang harinya PD pasar menarik retribusi.” tambah Salim

    Sementra itu Roni yang juga mengaku pedagang 16 ilir mengatakan dirinya menerima surat edaran pada tanggal 2 janwari 2016 dari PD Pasar 16 Ilir yang intinya mulai dari tanggal 3 januari 2016 pengelolaan pasar 16 Ilir palembang pengelolaanya di laksanakan oleh PD Pasar Palembang Jaya.

    Adapun dasar pengambilalihan pasar 16 ilir atas hasil rekomendasi Tim tentang pengelolaan pasar 16 ilir Palembang.Notulen rapat Tim pada tanggal 22 desember 2015 prihal pembahasan evaluasi perjanjian kerjasama BOT Pasar 16 ilir palembang,Rekomendasi dari komisi II DPRD kota Palembang. Laporan hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan RI (BPK RI) No 57/LHP/XVIII.PLG/II.2015 tertanggal 4 November 2015 dan surat kuasa ketua Badan Pengawas PD Palembang Jaya dengan No 511.2/07/BP.PD /2015 prihal pengeloaan pasar 16 ilir

    Kami berharap pada pak wali kota palembang dapat mencarikan solusi apa yang kami hadapi ini.karna kami pedagang jadi korban akibat kisruh ini.karna sudah berapa tahun ini kami merasa tidak nyaman akibat kisruhnya pengelolaan pasar 16 ilir ini

    Kalau kita bicara kata sumber tadi mengenai pasar 16 ilir ini kini kondisinya sangat kumuh akibat banyaknya petak pasar kaki lima, yang dibuat oleh PD pasar. Dan petak itu  dikuasai oleh dua oknum saja dengan no kontrak 551.2/336.1/PD-Psr/2014 tertanggal 17 juli dan 511.2/593/PD-Psr /2015 tertanggal 17 juli 2015 dengan PD Pasar .dan hutang pengelola petak kaki lima yang kontrak dengan PD Pasar Palembang sebesar Rp 252.230 000. prihal itu sesuai dengan surat no 511.2 /929/PD-psr/2015 tentang tagihan atas denda keterlambatan Setoran.

    Naifnya lagi kami pedagang diminta menjadi anggota paguyupan agar seolah-olah memang kami menginginkan kemauan dari oknum kedua orang yang punya petak pasar ratusan jumlahnya di dalam gedung pasar 16 ilir dan ratusan petak pasar kaki lima di seputaran gedung itu.

    Sementara itu Budi Selistiani menager PT GTP mengatakan bahwa apa yang dilakukan pihak PD Pasar palembang jaya itu tidak berdasar olehkarnaya jika pihak PD Pasar Palembang jaya memaksakan kehendaknya maka kami akan menempuh jalur hukum.
    “Kita tidak pernah melanggar BOT yang sudah menjadi kesepakatan,sehingga jika mereka selalu membuat keresahan di pasar 16 ilir maka mohon maaf kami akan selesaikan secara hukum yang berlaku”.kata  Sulistiani

    Hari ini kami akan melaporkan prihal itu pada pihak kepolisian dan intitusi lainya agar di lapangan tidak terjadi bentrok.Begitu juga pada pak wali kota agar dapat meninjau langgkah langkah yang diambil pihak PD Pasar Palembang jaya yang memutus sepihak perjanjian BOT . dengan dasar dasar hukum yang tidak jelas kata Sulistiani. Sementara itu Dr Ir apriadi busri ces yang dikomfirmasi ke ponselnya tidak merepon (Ibrahim)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com