• Program Peremajaan Karet Kuantan Singingi Sepi Peminat

    0

    Kuantan Singingi, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau menyebutkan program peremajaan karet rakyat sepi peminat walaupun tujuannya untuk meningkatkan ekonomi petani.
    “Setiap tahun mencapai 50 hektar masuk dalam program bantuan,” kata Kepala Dinas Perkebunan Kuantan Singingi Wariman di Teluk Kuantan, Kamis.
    Ia mengatakan, Dinas Perkebunan melaksanakan program peremajaan karet dalam rangka membantu peningkatan ekonomi petani, jika karetnya baik, muda dan berkualitas maka hasilnya juga bakal meningkat dibandingkan dengan kondisi karet yang sudah tidak produktip milik warga.
    Petani Kuansing selama ini banyak yang beralih usaha sawit, PETI akibat rendahnya harga karet, sehingga program yang ditawarkan mendapat kendala dalam realisasinya, bibit yang disiapkan sangat baik, tetapi proposal yang masuk setelah di evaluasi lebih banyak kepermintaan sawit.
    ” lahan untuk program peremajaan itu sulit didapat,” sebutnya.
    Menurutnya, penyebabnya adalah petani kurang berminat menanam karet baru, akibat dari rendahnya harga di sejumlah agen maupun pabrik selain kebun karet milik warga itu sudah kurang produktip.
    Dinas Perkebunan menyediakan bibit karet, pupuk dan fasilitas lain agar petani lebih maju dan terbantu dari kesulitan untuk produksi karet sebagai bentuk kepedulian pemerintah.
    Salah satu warga Kuansing Reflizar mengatakan, saat ini petani karet banyak yang beralih usaha ke sawit dan dagang karena merosotnya harga karet akhir – akhir ini, sedangkan masyarakat kehidupannya masih banyak bergantung dari hasil perkebunan itu.
    ” Biaya yang dikeluarkan petani lebih besar dari hasil yang didapat,” ujarnya.
    Menurutnya, sejak harga karet turun tajam sejak dua tahun terakhir ini banyak warga enggan untuk membuat kebun karet baru, meskipun pemerintah telah memberikan bantuan bibit karet yang lengkap dengan bantuan pupuk, pemagaran dan sebagainya belum merobah pola pikir warga.
    Buktinya, Program bantuan yang dilakukan Pemkab Kuantan Singingi melalui Dinas Perkebunan, dalam peremajaan pohon karet tua dinilai masih sepi peminat, karena petani beranggapan hasilnya tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan, karena harga karet mencapai Rp5000 hingga Rp5.500 per kilogram.
    Salah satu Dosen Universitas Islam Kuantan Singingi Ir Nariman Hadi MMA mengatakan, program pemerintah itu sangat positip, hanya saja tidak semua petani mengetahuinya karena masih minim sosialisasi hingga ke pelosok desa.
    ” Sebaiknya proses bantuan dirobah, buka berdasarkan proposal tetapi di serahkan ke setiap desa,” ujarnya.
    Selain itu, sebaiknya pihak pemerintah juga menormalkan harga karet dengan mendatangkan investor baru dibidang pabrik karet agar harga bisa stabil dan tidak terjadi monopoli.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com