• Polres Palangka Raya Data Puluhan Eks Gafatar

    0

        Palangka Raya, jurnalsumatra.com – Polres Palangka Raya, Kalimantan Tengah, melakukan pertemuan dan pendataan terhadap puluhan warga yang pernah bergabung dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di kota setempat.
    “Pertemuan ini kita lakukan dalam rangka melakukan pendataan. Selebihnya kita juga mencari jalan keluar yang baik terkait keberadaan mereka,” kata Kapolres Kota Palangka Raya, AKBP Jukiman Situmorang, Sabtu.
    Jukiman mengatakan, selama ini mantan anggota organisasi yang di larang pemerintah itu mendiami lokasi di Jalan Tjilik Riwut Km 16 Palangaka Raya.
    Dikatakannya, pertemuan tersebut dilaksanakan Jumat (22/1) itu turut hadir Dandim 1016 Palangka Raya, Letkol Arm Heri Suprapto, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah, Sabran Achmad, serta mantan Ketua Gafatar Kalteng, Kusuma W Citra.
    Sebelumnya Ketua DAD Kalteng, Sabran Achmad meminta agar mantan anggota Gafatar dipulangkan ke daerah asal demi alasan menjaga keamanan.
    “Kami tidak ingin tragedi masa lalu seperti terjadi kerusuhan di Sampit. Untuk itu minta agar eks anggota gafatar ini dipulangkan saja ke daerah asalnya. Kita jangan sampai ada kelompok yang tertutup dengan masyarakat karena kita memiliki falsafah ‘Huma Betang’,” katanya.
    Mantan Ketua Gafatar Kalteng, Kusuma mengaku pasrah dengan ketetapan yang akan diambil pemerintah.
    Dia mengatakan, di seluruh Kalteng kurang lebih seribuan dan di wilayah Palangka ada ratusan anggota eks Gafatar.
    “Kami siap untuk meninggalkan Kalteng, namun kami menunggu keputusan yang dikeluarkan pemerintah. Apapun hasilnya nanti kami akan taat,” kata Kusuma.
    Sementara itu, Kepala Kesbanglinmas Palangka Raya, Januminro mengatakan pemantauan terhadap aktivitas gerakan tersebut guna memastikan tidak berkembangnya gerakan yang telah dilarang oleh pemerintah.
    “Pada sekitar Juni mereka telah memubarkan diri dihadapan kepolisan. Tetapi saat ini mantan anggota mereka masih ada di kilometer 16 dengan melakukan aktivitas pertanian. Kita akan terus pantau itu,” katanya.
    Janu mengatakan, pada Januari 2014 lalu Gafatar mengajukan permohonan pendaftaran keberadaanya di Palangka Raya. Namun setelah mempelajari administrasi dan kegiatan mereka serta menerima surat dari Kemendagri, pihaknya memutuskan tidak memberikan izin.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com