• Polres Kulon Progo Tekan Peredaran Narkoba

    0

         Kulon Progo, jurnalsumatra.com – Kepolisian Resor (Polres) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya menekan peredaran narkoba di wilayah setempat.
    Kasat Res Narkoba Polres Kulon Progo AKP Agus Nursewan di Kulon Progo, Senin, mengatakan pihaknya menggelar penyuluhan di sekolah, karang taruna, dan intansi lain.
    Menurut Agus, pemberian sosialisasi kepada para generasi muda dinilai lebih efektif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
    “Sosialisasi diberikan ke generasi muda agar bisa langsung diserap anak-anak. Sebab tidak jarang, anak-anak tidak mendengarkan nasihat orang tua namun justru memperhatikan wejangan dari pihak terkait,” kata dia.
    Menurut Agus, peredaran narkoba di wilayah Kulon Progo memang belum mengkhawatirkan bila dibandingkan dengan wilayah lain yang lebih berkembang di DIY seperti Sleman dan Kota Yogyakarta.
    “Kulon Pogo masih aman dari peredaran narkoba lantaran dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Harga narkoba yang relatif mahal belum terjangkau bagi masyarakat Kulon Progo. Masyarakat lebih memilih menggunakan uangnya untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” kata Agus.
    Ia mengatakan kasus narkoba yang berhasil diungkap Sat Res Narkoba Polres Kulon Progo sepanjang 2015 sebanyak 23 kasus atau meningkat dari tahun lalu yang hanya 21 kasus. Sebanyak 23 kasus ini terdiri dari tujuh psikotropika, empat narkotika dan 12 baya atau minuman keras.
    Barang bukti yang diamankan di antaranya ganja seberat 266,3 gram, sabu 0,4 gram, inex 22 butir, 32 aprazolam dan minuman keras 354 botol.
    “Tersangka yang berhasil diamankan yakni 14 pengedar dan sembilan pemakai yang mayoritas berusia 31 tahun ke atas. Sejauh ini, tidak ada tersangka di bawah umur,” katanya.
    Meski peredaran narkoba di Kulon Progo masih rendah, ia mengatakan petugas satuan narkoba tidak lantas lengah. Mereka tetap melakukan pengawasan ketat terutama di daerah perbatasan lantaran dinilai rawan peredaran narkoba dari kabupaten/kota lain.
    “Wilayah Kecamatan Galur misalnya, atau di kecamatan lain yang sangat rawan,” katanya.
    Pihaknya mengimbau agar masyarakat membantu pencegahan peredaran narkoba dimulai dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com