• POLDA Metro Kantongi Empat Bukti Kasus Mirna

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Penyidik Polda Metro Jaya mengantongi empat alat bukti terkait kasus kematian Wayan Mirna Salihin alias Mirna (27) yang diduga diracun menggunakan senyawa sianida.
    “Minimal kan dua alat bukti namun kami punya empat alat bukti,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti di Jakarta Selasa.
    Namun, Krishna enggan membeberkan empat alat bukti yang telah dimiliki penyidik Polda Metro Jaya terkait kematian Mirna itu.
    Krishna menyatakan penyidik telah memiliki empat alat bukti namun belum menetapkan tersangka karena polisi harus menjunjung kehati-hatian dan mewaspadai kemungkinan pelaku untuk berkelit atau membantah.
    Krishna mengungkapkan penyidik kepolisian masih menunggu legal yuridis beberapa alat bukti seperti keterangan saksi ahli maupun hasil analisa petugas Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.
    “Keterangan ahli itu suratnya baru keluar hari (Selasa) ini,” ungkap Krishna.
    Diungkapkan Krishna, penyidik menggunakan seluruh metode yang kuat untuk menjerat pelaku dalam menyelidiki kasus kematian Mirna agar tersangka tidak dapat membantah saat persidangan.
    Krishna menambahkan penyidik kepolisian juga berkoordinasi dengan jaksa peneliti guna memaparkan kontruksi tindak pidana kasus Mirna agar kekurangan pada berita acara pemeriksaan dapat dipenuhi sebelum diserahkan ke pengadilan.
    Wayan Mirna Salihin alias Mirna meninggal dunia usai meminum kopi Es Vietnamens di Restauran Olivia di West Mall Grand Indonesia Tanah Abang Jakarta Pusat, Rabu (6/1).
    Awalnya teman korban Jessica tiba lebih awal dibanding Mirna dan seorang rekan lainnya Hani di gerai tersebut pada pukul 16.09 WIB.
    Jessica memesan minuman Cocktail dan Fashioned Sazerac untuk dirinya Hani, sedangkan Mirna dipesankan Es Vietnam Kopi.
    Selanjutnya, Mirna dan Hani datang ke lokasi sekitar pukul 17.00 WIB.
    Mirna menyeruput minuman Es Vietnam Kopi namun korban kejang-kejang setelah minum sekali sedot.
    Korban sempat dibawa ke klinik di pusat perbelanjaan terkenal tersebut lalu dirujuk ke Rumah Sakit Abdi Waluyo Menteng Jakarta Pusat.
    Mirna meninggal dunia usai mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com