• PO dan Travel harus Bayar Retribusi

    0

    Lahat, jurnalsumatra.com – Guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Lahat, maka, jajaran Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Kadishubkominfo) melakukan pemungutan retribusi terhadap PO dan travel baik yang ada di Kota Lahat maupun melintas. Dengan besarannya minimum Rp 10 ribu perhari dan batas maksimum Rp 20 ribu perhari.

    “Nah, untuk retribusi tetap mengacu Peraturan Daerah (Perda) No 4/2011 pasal 66 ayat (1), bunyi untuk tarif pelayanan parkir dan angkutan umum baik mobil truk, bus sedang, mobil penumpang, bus kecil serta sepeda motor,” terang Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Rivai SE melalui Kepala Dishubkominfo, HM Eduar Kohar SE MM, pada jurnalsumatra.com ketika ditemui, usai rapat, Rabu (13/1).

    Selain itu, dijelaskan Eduar Kohar, para PO dan travel sepakat dibayar bulanan untuk besaran sesuai surat kesepakatan yang telah dilaksanakan dimana, untuk pengambilan retribusi akan diambil di loket. Untuk AKDP diambil di terminal sepeti Marlin, Melati, TIA, Sejahtera, Sinar Dempo, Lubex.

    “Sedangkan, untuk PO yang melintas Kota Lahat dengan tujuan Kota Pagaralam, Bengkulu Selatan maupun Lubuk Linggau serta Padang, akan diambil retribusinya didalam Terminal Batay Tipe A oleh petugas Dishubkominfo,” tambahnya.

    2017 mendatang, sambung dia, seluruh loket bus lintas maupun yang ada di Lahat dialihkan Terminal Batay, dimana pada 2016 direhab, untuk travel dikendalikan di Terminal Lembayung. Setelah Underpass selesai, maka tidak ada lagi angkutan umum masuk dalam Kota Lahat lagi.

    “Untuk loket silahkan berada di dalam kota, akan tetapi, ketika menaikkan dan menurunkan penumpang hanya di terminal, untuk 2017, dari Bengkulu dan Pagaralam lewat Jalan HR Motik kemudian masuk Terminal Batay dan melintas jalan lingkar,” tuturnya lagi.

    Menurutnya, sedangkan untuk angkutan desa (angdes) dari Kabupaten Empat Lawang, Pagaralam, serta Kecamatan Kota Agung, harus masuk di pelataran parkir eks Zibang didepan Gereja Santa Maria.

    “Bagi angkutan umum yang berasal dari Empat Lawang, Pagaralam dan Kecamatan Kota Agung akan dialihkan ke pelataran parkir eks Zibang, sehingga rapi, tertib san nyaman,” pesannya lugas.

    Terpisah, Rudi (39) salah satu perwakilan angkutan umum menegaskan, dirinya akan mengikuti peraturan dan ketentuan yang berlaku diterapkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lahat untuk membayar retribusi.

    “Apabila memang ditertibkan, kita semua sepakat dan siap membayar setiap bulannya, hal ini semata-mata untuk meningkatkan PAD Lahat ini,” kata Rudi. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com