• Petani Bantul Diharapkan Perbaiki Manajemen Pengelolaan Air

    0

    Bantul, jurnalsumatra.com – Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan petani setempat memperbaiki manajemen pengelolaan air irigasi agar tidak menimbulkan masalah dalam pengairan.
    “Kalau sudah bicara iklim, itu ada dua hal yang menjadi masalah, yaitu kekurangan air atau kelebihan air sehingga petani perlu memperbaiki manajemen pengelolaan air,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul Partogi Dame Pakpahan di Bantul, Sabtu.
    Menurut dia, terdapat dua musim berbeda yang harus disikapi para petani dalam kegiatan pertanian yaitu musim hujan dan musim kemarau, saat musim hujan ketersediaan air irigasi sangat melimpah, namun saat kemarau berkurang drastis.
    Namun demikian, kata dia, masalah tersebut sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan petani terutama saat kemarau karena ketersediaan air di sungai-sungai yang melintasi wilayah Bantul airnya melimpah meskipun saat puncak musim kemarau.
    “Separah-parahnya kekurangan air saat kemarau, namun kita masih saja membuang air, apalagi ketika musim hujan, lebih banyak air terbuang, itu karena belum diterapkannya manajemen pengelolaan air dengan baik,” katanya.
    Bahkan, pihaknya berfikir perlunya manajemen pengelolaan air yang baik didukung dengan menampung air yang terbuang tesebut ke dalam sebuah waduk, yang kemudian dimanfaatkan untuk irigasi pertanian ketika sumber-sumber air lain menurun.
    Meski demikian, pihaknya mengakui untuk mewujudkan manajemen pengelolaan air yang baik tidak mudah, sehingga butuh keterlibatan stakeholder terkait seperti Dinas Sumber Daya Air yang bertugas menjaga dan menhgatur ketersediaan saluran irigasi.
    Sementara itu, ia mengatakan, guna tercapainya kuantitas dan kualitas produksi pangan hasil pertanian tidak terlepas dari enam variabel, yaitu sumber daya manusia, ketersediaan lahan, iklim, bibit serta alat dan mesin pertanian dan air.
    “Fenomena alam seperti El Nino yang sempat terjadi tentu berakibat pada terganggunya dua variabel yaitu iklim dan air, kita tidak bisa berbuat banyak karena berkaitan dengan alam,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com