• Peserta Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia Tiba Di Pontianak

    0

    Pontianak, jurnalsumatra.com – Sebanyak 36 peserta program pertukaran pemuda Indonesia-Australia tiba di Kota Pontianak, dan disambut oleh masing-masing orang tua asuh yang menyediakan tempat tinggal selama mereka berada di ibu kota Provinsi Kalimantan Barat.
    “Peserta program tersebut  18 orang Indonesia, dan 18 orang Australia,” kata Kepala Bidang Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Pontianak, Firayanta di Pontianak, Sabtu.
    Ia menjelaskan, masing-masing “house family” (housefam) akan menjadi orang tua asuhi dari satu pemuda/pemudi Indonesia dan satu pemuda/pemudi Australi selama berada di Kota Pontianak.
    Para peserta akan mengenal lebih dekat kehidupan sosial dan budaya masyarakat di Bumi Khatulistiwa.
    Firayant mengatakan, program ini dari pemerintah pusat, terdiri dari dua fase yakni fase perdesaan dan perkotaan.
    “Mereka baru saja tiba dari Kabupaten Sambas. Hari ini mereka tiba di Pontianak untuk mulai mengenal kultur budaya masyarakat di sini,” ujarnya.
    Program pertukaran pemuda antar kedua negara ini selain untuk mempererat hubungan masyarakat kedua negara, juga guna memperkenalkan masing-masing kebudayaan kedua negara.
    Selama berada di Pontianak, para pemuda ini akan beradaptasi dan bersosialisasi dengan masyarakat setempat.
    “Mereka ini juga akan magang di berbagai bidang seperti industri, kantor hukum, pemasaran dan lainnya sesuai dengan latar belakang pendidikan di tempat asalnya,” kata Firayanta.
    Para pemuda-pemudi ini akan menetap di rumah orang tua asuh yang sudah ditentukan masing-masing. Para housefam itu sebelumnya sudah diseleksi berdasarkan kriteria, khususnya keluarga yang siap menyediakan tempat tinggal bagi mereka.
    “Para orang tua asuh ini dari berbagai profesi seperti dosen, guru, ibu rumah tangga dan karyawan swasta,” ungkapnya.
    Salah satu peserta asal Australia, Anna (22) mengaku sudah beberapa kali datang ke Indonesia khususnya Kalimantan Barat.
    Ia tidak merasa kesulitan beradaptasi dengan cuaca di sini. “Saya sudah tiga kali ke Indonesia dan saya sudah terbiasa dengan cuaca panas di sini,” ungkapnya dengan Bahasa Indonesia yang fasih.
    Gadis asal Canberra, Australia itu bersama peserta lain sebelumnya mengikuti program untuk fase perdesaan di Kabupaten Sambas. Selama berada di Sambas, mereka berkunjung ke Keraton Sambas, pantai, belajar lagu daerah Sambas dan berbagai kegiatan lainnya.
    Ia menyukai makanan khas bubur pedas.
    “Saya suka bubur pedas, makanan sehat dan banyak sayurannya,” ujar Anna.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com