• Perkara Kasus Pengeroyokan Helen Segera Dilimpahkan

    0

    Lahat, jurnalsumatra.com – Berkas  kasus pengeroyokan terhadap korban Helen Sandika (16), yang dilakukan oleh beberapa warga Srinanti Lahat, yang diduga saat hendak mencuri sepeda motor sekira pukul 04.00 dini hari jum’at 1 Januari lalu, perkaranya akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat.

    “Semua berita acara pemeriksaan (BAP) sudah kita nyatakan lengkap, dan akan segera kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat,” ungkap Kepala Sektor (Kapolsek) Kota Lahat AKP Syafulloh SH Melalui Kanit Reskrim Hendri Nandi pada jurnalsumatra.com.

    Berdasarkan kronologis awal kejadian diceritakan korban Helen Sandika, saat itu sekitar pukul 04.00 dini hari Jum’at 1 Januari lalu, warga Srinanti, mencurigai ABG ini dimana tersangka  Jani Asmara (30) dan Septiani (29) dan 10 orang warga lainnya, melihat  Helen duduk di Sepeda Motor  Jani.

    Dikarenakan, melihat Helen membawa senjata tajam jenis samurai yang di keriskan di bagian belakangnya, dan Jani langsung menegur helen, mendapati gelagat kurang baik karena melihat ada sajam itu Jani merebut sajam tersebut dan merangkul Helen dan dibawa ke kerumunan warga dan disampaikan ada maling motor sontak membuat puluhan warga setempat langsung mendatangi tempat kejadian dan Helen dimassa.

    Akibat dari peristiwa tersebut, korban Helen mengalami luka yang cukup parah di sekujur tubuhnya, dirinya mengalami luka dibagian kepala, belakang, lutut kanan, jari kiri putus, hingga sekarat.

    Sementara dijelaskan Hendri Nandi, awalnya teman Helen Bambang warga Srinanti, sebagai saksi saat di (BAP) menerangkan, korban ditegur oleh tersangka Jani, dan bambang menganggukkan kepala seolah ada kode, dan pelaku menghampiri Helen, ternyata korban membawa samurai di bagian belakang, dan langsung dimassa.

    “Kalau berdasarkan keterangan dari saksi Jani langsung merangkul dan merebut senjata korban, dan korban dimassa saat ini,” tutur Kanit Reskrim Polsekta.

    Dari berita acara pemeriksaan petugas menetapkan dua tersangka yakni Jani Asmara  dan Septiani, keduanya  dijerat dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara, dan pasal 80 Ayat 1 dan 2 no 23 thun 2002 UU perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun penjara.

    “Selain telah mengamankan kedua tersangka, kita juga berhasil mendapati barang bukti (BB) berupa sebilah samurai saat hendak menyerang korban. Kini, berkas keduanya sudah kita nyatakan lengkap dan akan segera kita dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri,” ucapnya. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com