• Penyakit Siti Bawakan Lahir

    0
    Ketua-TP-PKK-Kabupaten-Lahat-Hj-RR-Kurnia-Sismartianti-Aswari-didampingi-Direktur-Rumah-Sakit-Umum-Daerah-RSUD-Lahat-Saat-Melihat-Kondisi-Siti

    Ketua-TP-PKK-Kabupaten-Lahat-Hj-RR-Kurnia-Sismartianti-Aswari-didampingi-Direktur-Rumah-Sakit-Umum-Daerah-RSUD-Lahat-Saat-Melihat-Kondisi-Siti

    Lahat, jurnalsumatra.com – Siti Ema Muliati (10) warga Dusun III, Desa Purwasari, Kecamatan Merapi Barat menderita gizi buruk dengan hanya memiliki berat badan 5,5 Kg, padahal idealnya harus mencapai 25-27 Kg. Kini tengah mendapatkan perawatan di ruang isolasi, Zal Anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat.

    Pihak Puskesmas Senabing setelah menerima laporan ini, langsung membawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan dibawa untuk mendapatkan perawatan intensif guna menanggulangi secepat mungkin.

    Sukiyem (40) orang tua Siti Dusun III, Desa Purwasari, Kecamatan Merapi Barat, menyebutkan, memang Siti sejak lahir ada kelainan, dan sempat diperiksa.

    “Emang, siti ketika lahir dibantu persalinan oleh dukun beranak, dan waktu itu diperiksa oleh dokter, dimana, divonis ada penyakit bawaan, oleh sebab itulah, semenjak itu tidak pernah lagi dibawa ke posyandu maupun puskesmas,” ujarnya dengan linangan air mata, saat dibincangi jurnalsumatra.com.

    Sementara itu, dr Hidayati SpA membenarkan, awalnya lahir dengan kelainan bawaan, perawatan kurang maksimal, sehingga dalam kondisi gizi buruk, diperparah adanya penyakit paru-paru, decubitus (luka karena posisi tidur terus menerus tanpa berubah posisi, red), serta bentuk kepala tidak sesuai normal.

    “Kelainan bawan, kurang telaten dan faktor ekonomis dan gizi menjadi jelek, asupan makanan tidak bagus. Pelan-pelan ditanggulangi sehingga sehat dengan mengatasi penyakit terlebih dahulu. Penanganan yang baik dapat diminimalisir sejak dini,” ucap Hidayati.

    Sedangkan menurut Ketua TP PKK Kabupaten Lahat, Hj RR Kurnia Sismartianti Aswari didampingi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat menyayangkan, kejadian ini semestinya tidak perlu seperti ini dan miris sekali, dengan laporan dari bawah, maka, para tetangga untuk direspon dengan melaporkan ke Pemerintah setempat dan puskesmas setempat.

    “Ada permasalahan disampaikan dinaikan ke RW, lurah bahkan kecamatan, apabila dilaporkan dengan prosedural yang jelas, dan untungnya kejadian ini langsung disampaikan oleh kepala desa (kades) baru dilantik,” terangnya.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lahat, dr H Rasyidi Amri MT MKM didampingi Kabid Yankesmas, Taufik M Putra SKM MM melalui Kasi Kesdas, Agustia Ningsih SKM MM menyebutkan, langsung diantisipasi dengan membawa ke RSUD, waktu lahir dengan dukun dan tidak diperiksa ke puskesmas.

    “Namun, oleh ayah Siti tidak boleh dibawa ke posyandu untuk diperiksakan perkembangan tumbuh kembangnya, pihak Puskesmas Senabing langsung bertindak dengan membawa pasien ke RSUD agar dapat ditanggani secara itensif,” ujar Agustia. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com