• Penyakit DBD Mulai Serang Warga Boyolali

    0

        Boyolali, jurnalsumatra.com – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) akibat nyamuk Aides Aigepty mulai menyerang warga di Kabupaten Boyolali, awal Januari 2016, dan dua pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan Arang tidak tertolong jiwanya.
    Nur Alifah, dokter spesialis anak di RSUD Pandan Arang Boyolali, Kamis, mengatakan jumlah pasien yang menderita penyakit BDB di rumah sakit ini,  sebanyak 14 pasien anak dan dua di antaranya, tidak dapat tertolong jiwanya.
    Menurut Nur Alifah, pihaknya setiap hari hampir ada pasien penderita penyakit BDB yang berobat di RSUD Pandan Arang ini. Mereka yang yang sampai kondisi berat terutama anak-anak usia tiga hingga lima tahun.
    “Dua pasien yang tidak dapat tertolong jiwanya juga anak-anak usia antara 3 hingga lima tahun. Mereka dibawa ke rumah sakit rata-rata sudah kondisi kritis,” kata Nur Alifah.
    Dia menjelaskan, jumlah pasien penderita BDB di RSUD Pandan Arang saat ini, ada sebanyak 12 anak, tetapi kondisinya kini sudah semakin membaik.
    Menurut dia, kebanyakan pasien tersebut datang dari daerah epidemis BDB atau Boyolali bagian utara seperti Nogosari, Karanggede, Kemusu, dan Simo.
    Kendati demikian, pihaknya mengimbau masyarakat memantau dan mewaspadai penyebaran penyakit BDB tersebut di lingkungannya.
    Kepala Bidang Pengendalian Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL), Dinas Kesehatan Boyolali, Ahmad Muzayin, mengatakan, mulai merebaknya penyakit DBD di Boyolali menjadi perhatian semua pihak.
    Menurut dia, pihaknya meminta masyarakat untuk waspada supaya tidak menjadi korban. Apalagi diperkirakan puncak serangan masih berlangsung hingga Maret mendatang.
    Dia mengatakan, penyakit DBD seringkali merebak saat peralihan musim seperti pada bulan ini. Kondisi cuaca memasuki musim hujan ini, mendukung perkembangbiakan nyamuk Aides Aigepty yang pembawa penyakit DBD.
    Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk aktif dalam gerakan pembasmian sarang nyamuk (PSN). Gerakan PSN secara mandiri jauh lebih efektif dibandingkan langkah pengasapan (fogging).
    Menurut dia, PSN dengan mengaktifkan gerakan menguras, menutup tempat air, dan menimbun benda sampah yang dapat menampung air yang sering digunakan sarang nyamuk.
    Dia menjelaskan, pihaknya mencatat serangan BDB Boyolali sepanjang 2015, tercatat sebanyak 421 orang, dan  delapan pasien di antaranya, tidak tertolong jiwanya. Jumlah serangan DBD itu, meningkat dibanding 2014, sebanyak 381 orang.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com