• Pengurus PGRI Bantu Pemerintah Bangun Pendidikan Bermutu

    0

        Ambon, jurnalsumatra.com – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sulistiyo, meminta para pengurus Provinsi, dan Kabupaten/Kota membantu pemerintah daerah membangun pendidikan yang bermutu.
    “Pengurus provinsi, kabupaten dan kota PGRI bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membangun bangsa yang sedang banyak persoalan,” katanya dalam sambutan pada Pembukaan Konferensi Kerja Nasional(Konkernas) III masa bakti XXI Tahun 2016, di Ambon, Jumat (29/1) malam.
    Konkernas dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, Gubernur Maluku Said Assagaff, Forkompinda Maluku serta  Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy.
    Selain itu, para Kepala Dinas Provinsi Maluku, Badan Penasehat, Dewan Pakar PB PGRI, Ketua Perangkat Kelengkapan Organisasi, Ketua Pengurus PGRI Provinsi dan peserta Konkernas III 2016.
    Menurut Sulistiyo, komitmen membantu pemerintah pusat maupun  daerah karena saat ini banyak sekali persoalan pendidikan dan guru yang perlu memperoleh perhatian semua pihak.
    Karena itu, pendidikan benar-benar berkontribusi dalam membangun karakter bangsa. Pendidikan mampu menghasilkan manusia unggul untuk  menjadi pemimpin masa depan yang mengerti persoalan rakyat.
    “PGRI harus berusaha mewujudkan perjuangan guru yang profesional, sejahtera dan terlindungi. Ada keseimbangan antara profesionalitas dan kesejahteraan, karena ini jiwa dan semangat Undang-Undang Guru dan Dosen,” katanya.
    Sulistiyo mengakui bahwa tidak benar jika PGRI hanya memperjuangkan kesejahteraan dan hak guru saja, tetapi antara profesionalisme dan kesejahteraan memang tidak  bisa dipisahkan.
    Sebaliknya, tidak tepat juga jika hanya mengharapkan peningkatkan kesejahteraan dengan tidak memperhatikan kualitas profesionalismenya.
    “PGRI harus bekerjasama dengan berbagai pihak, baik di dalam  maupun luar negeri untuk mewujudkan cita-citanya,” ujarnya.
    Ia mengungkapkan pada 2015, pihaknya menerima sebanyak 16 pengaduan dari seluruh Indonesia, karena para guru, kepala sekolah dan pengawas bermasalah.
    Pengaduan tersebut antara lain, penerimaan tunjangan profesi guru (TPG) belum tepat waktu dan jumlahnya. Persyaratan penerimaan TPG yang sangat berat, alasan sakit keras pun TPG bisa terima.
    “Para guru berharap TPG diterima bersamaan dengan gaji setiap bulannya,” tandas Sulistiyo  .
    Selanjutnya, kenaikan pangkat relatif rumit dengan mewajibkan persyaratan yang bukan tugas utama, yaitu publikasi tulisan ilmiah dan karya inovatif.
    “Para guru, kepala sekolah dan pengawas agar persyaratan tersebut tidak wajib. Mereka juga meminta Permenpan dan RB Nomor 16 Tahun 2009 direvisi,” ujar Sulistiyo.
    Ia mengungkapkan juga banyak tugas tambahan guru yang sangat administratif menindih, dikhawatirkan pelaksanaan tugas utama nantinya terganggu.
    “Mengapa para guru mengadu ke PGRI?, karena mereka menyadari bahwa secara perorangan tidak mungkin mampu memperjuangkan hak, kepentingan dan persoalan yang melilit dirinya, termasuk mendapatkan untuk peningkatan profesionalismenya,” kata Sulistiyo.
    Guru sebagai pekerja profesional, kata dia, posisinya sangat lemah. Karena itu, para  guru memerlukan wadah untuk berjuang.
    PGRI sesungguhnya adalah wadah politik guru untuk memperjuangkan hak-haknya dan upaya penyelesaian berbagai persoalannya.
    Hanya saja, PGRI bukan partai politik. PGRI tetap organisasi profesi nonpartisan. Apalagi sejak lahir PGRI sudah mengatur bahwa organisasi ini boleh diurus oleh guru atau lulusan sekolah guru.
    “Ini perlu dipahami oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan guru,” jelas Sulistiyo.
    Karena itu, pihaknya menaruh harapan besar agar Kemendikbud dan Kemenag mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi para guru dan dunia persekolahan ini.
    “Kami berharap pemerintah serius menyelesaikan berbagai persoalan dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com