• Pencairan Dana Bos Kepsek Diduga Palsukan Tandatangan

    0

        Makassar, jurnalsumatra.com -  Kepala Sekolah  SDN Inpres Butta Tianang 2 Kecamatan Tallo, Hasanang diduga melakukan pemalsuan tandatangan mantan Ketua Komite Sekolah guna pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan pertama Januari-Maret 2015 sebesar Rp65.400 juta.
    “Saya tidak palsukan tapi menscan tanda tangannya karena tidak ada jalan lain, sebab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar sudah mendesak dan tinggal sekolah saya yang belum masuk,” tuturnya saat melaporkan hal itu ke Sub Bagian Pengaduan Pemkot Makassar, Kamis.
    Kepada wartawan dirinya membantah tuduhan melakukan pemalsuan tandatangan mantan Komite Sekolahnya bernama Abdul Rahman Tulo karena sebelumnya sudah diminta tanda tangan namun urung dilakukan dengan berbagai alasan.
    “Saya sudah memanggil bersangkutan untuk bertanda tangan tapi tidak hadir,  karena waktu sudah sangat mendesak makanya saya scan untuk pencarian dana BOS.  Setelah pencairan saya panggil kembali untuk bertanda tangan tapi dirinya tetap menolak. saya rasa ini tidak ada indikasi penyelewengan,” tegas calon lelang kepsek nomor 162 ini.
    Sementara mantan Ketua Komite Abdul Rahman Tulo juga melaporkan hal ini ke sub bagian pengaduan Kota Makassar  terkait tanda tangannya dipalsukan sengaja dilakukan untuk memberikan pelajaran apa yang dilakukan itu tidak sesuai prosedur meski beralasan ada desakan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
    Selain itu adanya  uji publik dan rekam jejak peserta calon Kepala sekolah (kepsek) yang masih berlangsung salah satunya nama Hasanan lolos dalam uji publik, namun pada kenyataanya ada kesalahan dilakukannya kendati bukan menjadi masalah besar.
    “Hal ini saya adukan karena ada indikasi pelanggaran. Lagi pula kenapa pula pak Wali Kota meloloskan dia (Hasanan) kembali menjadi Kepala Sekolah. Masalah ini juga sudah ditangani inspekstorat,” sebutnya.
    Saat ditanyakan mengapa kasus ini baru di laporkan ke bidang pengaduan disaat seleksi lelang Kepsek serta apakah ada dendam pribadi, kata dia berkilah, baru ada kesempatan serta baru mengetahui hal itu setelah mendapat informasi dari orang dalam.
    “Baru ada kesempatan. Memang dilakukannya sudah adanya pelanggaran, tidak ada dendam apalagi menjatuhkan kredibilitasnya,” kilah Rahman kepada wartawan di ruang Humas Pemkot Makassar.
    Pengaduan Abdul Rahman diterima Sub Bagian Pengaduan dan Humas Pemkot Makassar Hidayat dengan mengatakan bahwa pengaduan itu akan ditembuskan ke Wali Kota Makassar untuk menjadi pertimbangan dalam uji publik dan rekam jejak lelang Kepsek.
    Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto saat diminta tanggapan soal tersebut, mengatakan akan melakukan kroscek kembali apakah langkah yang dilakukan Hasanang sudah sesuai atau ada kesalahan administrasi.
    “Akan ditinjau ulang dan masih dilakukan peninjauan ulang, yang jelas ini akan dipertimbangkan bila itu ada kesalahan apalagi  masalah adminitrasi,”singkat pria disapa akrab Danny Pomanto ini.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com