• Pemprov Sumsel Dukung Lafran Pane Pahlawan Nasional

    0
    lafran pane

    lafran pane

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel mendukung sepenuhnya Lafran Pane sebagai pahlawan nasional, atas perjuangannya mempertahankan Indonesia.

    Pemerintah Provinsi Sumtera Selatan dalam hal ini diwakilkan olek Sekda Sumsel Mukti Sulaiman sangat mendukung Lafran Pane sebagai pahlawan nasional karena memenuhi syarat-syarat yang ditentukan untuk menjadi seorang pahlawan nasional. Pihaknya akan langsung menandatangani surat rekomendasi yang dibuat oleh forum rektor Indonesia.

    “Dalam rangka pengusulan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional, kami pasti akan mendukung. Tapi, tergantung Kemensos merespon atau tidak. Beliau pernah berjuang secara fisik, seharusnya sudah lebih dari layak untuk mendapatkan predikat pahlawan nasional. Nanti suratnya akan langsung diteken oleh gubernur,” tegasnya dalam seminar nasional Lafran Pane untuk pahlawan nasional, Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Rabu (20/1).

    Lanjut Ia mengatakan “Ia memenuhi syarat sebagai pahlawan karena gesit dan benar-benar berjuang untuk bangsa” ungkapnya dalam pembukaan Seminar Nasional Lafran Pane untuk pahlawan nasional “Konsep Ketatanegaraan Prof. Drs. Lafran Pane dalam Bingkai Sejarah Perjuangan Bangsa” Pada hari Rabu 20 Januari 2016 di Aula Graha Bina Praja kantor Gubernur Sumatera selatan.

    Mukti juga mengharapkan peranan lebih dari HMI terhadap bangsa terutama Sumatera Selatan, karena menurutnya dampaknya mulai dirasakan dan mendukung dan mengambil manfaat terlaksananya Asian Games ke 18 tahun 2016.

    “HMI adalah asset bangsa karena punya kontribusi dalam membangun bangsa terutama manfaatnya untuk membangun sumsel, diharapkan HMI mengambil manfaat dan mendukung Asian Games 2018” tandasnya

    Selain dibuka olek Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Seminar ini juga dihadiri oleh ketua MH KAHMI nasional Andi Faisal, ketua MH KAHMI Sumsel Amiruddin Inoed, serta beberapa tokoh penting sebagai anggota HMI, dan menghadirkan Akbar Tanjung Sebagai pembicara dan sekaligus sebagai Dewan Penasehat KAHMI sebagai ketua pengajuan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional.

    Seminar nasional mensosialisasikan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional. Untuk mensosialiasasikan sosok Lafran Pane yang saat ini masih sedikit dalam sejarah Bangsa Indonesia. Khusus untuk sosialisasi yang berlangsung di Kota Palembang merupakan yang ke-18.

    Sosialiasai tersebut ditujukan untuk mendapatkan rekomendasi dari Pemerintah Daerah (Pemda). Mulai gubernur, bupati/wako, ataupun Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

    Perjuangan Lafran Pane untuk mempertahankan Kemerdekaan Indonesia sangat kuat tanpa harus terlibat dalam kegiatan dari partai politik.

    Hal inilah yang disampaikan Ketua Pengarah Panitia Nasional Lafran Pane, Akbar Tanjung saat seminar nasional Lafran Pane untuk Pahlawan Nasional, di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Rabu (20/1).

    “Upaya Lafran Pane mempertahankaan Indonesia sangat kuat. Partai politik (Parpol) di Indonesia waktu itu, setelah merdeka. Dari maklumat presiden untuk mendirikan parpol sebagai sarana perjuangan dan gerakan. Maka munculah parpol. Di Jogja, kehidupan saat itu sangat dipengaruhi oleh parpol. Ada Partai Masyumi, NU, dan dan lainnya, Partai Komunis juga sudah mulai aktif,” kata Akbar Tanjung.

    Lafran waktu itu kata Akbar sempat mengatakan agar mahasiswa jangan ribut dulu tentang ideologi tetapi bagaimana mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dan Partai Masyumi satu-satunya partai Islam saat itu. Tetapi Lafran Pane tidak menginginkan menjadi salah satu dalam kegiatan parpol.

    Bahkan saat Akbar Tanjung masih menjabat sebagai seorang menteri, dirinya pernah mengajukan Lafran Pane sebagai Dewan Pertimbangan Agung (DPA) tanpa sepengetahuan dari yang bersangkutan.

    “Waktu saya menjadi menteri, Lafran pane diberikan penghargaan dan menjadi dewan Pertimbangan Agung. Saya yakin beliau tidak akan mau menerima. Kami baritahu beliau, Bapak telah ditetapkan oleh negara sebagai salah satu anggota DPA. Kami kan menghormati bapak, jadi wajar kalau kami usulkan,” papar Ketua papar Ketua DPR RI periode 1999- 2004.

    Melalui seminar nasional yang telah berlangsung di sejumlah daerah se-Indonesia. Akbar menyakini dapat memperoleh rekomendasi yang cukup untuk menjadikan Lafran Pane sebagai salah satu pahlawan nasional. “Insya Allah beliau ditetapkan sebagai pahlawan nasional,” harapnya.

    Dalam sambutanya Akbar Tanjung mengungkapkan seminar ini diadakan untuk mengenalkan Lafran Pane lebih dekat dan hal-hal apa saja yang telah Ia lakukan sehingga layak untuk mendapat gelar pahlawan nasional.

    “Beliau Nasionalis Muslim, beliau di Jakarta juga aktif dalam gerakan pemuda sebagai perintis kemerdekaan, kelompoknya yaitu Menteng Raya 31 adalah kelompok yang konsisten mendukung kemerdekaan, kelompoknya juga lah bagian dari kelompok pemuda yang menculik Bung Karno ke Rengas Dengklok untuk mendesak memprolkamasikan kemerdekaan Indonesia, dan menolak mengatakan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hadiah dari Jepang” Tegasnya.

    Lafran Pane adalah pendiri pertama HMI pada tanggal 5 Februari 1947 pada saat usianya 25 tahun. Cara rekrutmen yang dilakukanya adalah dengan cara melakukan pendekatan pada mahasiswa mulim yang selesai bersolat jumat, dan pada saat itu terkumpulah sekitar 30 orang mahasiswa yang memiliki pemikiran yang sama dengan Beliau.

    Ketua Umum KAHMI Nasional mengungkapkan banyak generasi muda yang tidak mengenal beliau sebagai seseorang yang memiliki jasa besar untuk bangsa dan peranan-perananya. “di dalam buku sejarah namanya masih sedikit, banyak generiasi muda yang belum mengenalnya” tandasnya.

    Amiruddin Inoed juga menambahkan jika banyak generasi muda yang kurang menhargai jasa pahlawanya, “karena sosok Lafran Pane Sebagai Inspirator dan motifator kalangan muda pada saat itu, namun kebanyakan generasi muda kurang pandai dalam menghargai pahlawanya.(yuyun)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com