• Pemkab Pesisir Selatan Terus Kembangkan Kelapa Pesisir

    0

         Painan, Sumbar, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), pada tahun 2016 terus mengembangkan tanaman kelapa pesisir (kelapa lokal) sebagai upaya dalam melestarikan komoditas khas daerah tersebut untuk tahun-tahun berikutnya.
    Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Pesisir Selatan Afrizon Nazar, di Painan, Sabtu, mengatakan pengembangan dilakukan karena akhir-akhir ini produksi kelapa khas daerah itu sudah mulai menyusut dari sebelumnya.
    Hal itu terjadi diprediksi dari maraknya penebangan pohon kelapa akibat semakin meningkatnya kebutuhan kayu bangunan dari pohon tersebut sehingga menyebabkan berkurangnya produksi buah kelapa dari daerah itu.
    Selain untuk kebutuhan kayu, penebangan “kelapa dalam” (kelapa khas daerah) terjadi akibat dari pemanfaatan areal tanam pohon tersebut untuk keperluan areal pemukiman masyarakat.
    “Sehingga perlu adanya penanaman kembali pohon kelapa agar tidak terjadi pengurangan produksi akibat berkurangnya tanaman yang sudah berbuah, ” katanya.
    Tidak saja itu, penanaman dilakukan agar dapat mengatasi ancaman kepunahan yang menghadang komoditas tersebut akibat sebagian besar pohon kelapa yang ada sudah berusia tua.
    Sesuai rencana pengembangan kebun kelapa dalam (kelapa pesisir) tahun ini akan difokuskan pada empat kecamatan dari 15 kecamatan yang ada yakni Ranah Pesisir, Batangkapas, Sutera, dan Linggo Sari Baganti.
    Ke empat kecamatan itu memiliki potensi sangat besar sebagai penghasil komoditi kelapa dalam. Dari potensi yang dimiliki kecamatan itu maka hingga kini Pesisir Selatan masih menjadi salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Sumbar.
    “Selama ini empat kecamatan tersebut terkenal dengan penghasil kelapa pesisir terbanyak di Pesisir Selatan. Ini sesuai dengan potensi dan luasnya areal yang dimiliki. Namun sejak beberapa tahun terakhir produksi kelapa dari kecamatan tersebut sudah mulai berkurang, ” katanya.
    Dari data dinas terkait, potensi lahan kelapa pesisir yang dimiliki kabupaten itu saat ini seluas 8.450 hektare, luas lahan yang sudah ditanam 6.232 hektare. Sedangkan tanaman yang butuh peremajaan seluas 1.530 hektare.
    Luasan tanaman kelapa yang belum menghasilkan sekitar 527,50 hektare, tanaman sudah menghasilkan seluas 5.699 hektare dan tanaman rusak tercatat sekitar tujuh hektare.
    Legislator Pesisir Selatan Welly Hendra meminta pemerintah kabupaten setempat untuk dapat terus menggalakan penanaman pohon kelapa pesisir sehingga tanaman khas daerah itu tetap lestari di “Bumi Pesisir” itu.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com