• Pemerintah Hapus Pencatat Nikah

    0

    Palembang, jurnalsumatra.com – Keputusan pemerintah yang menghapuskan Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) menuai kritikan. Meski sudah menjabat bertahun-tahun tidak ada penghargaan dari pemerintah.
    Hal ini dikatakan salah  satu mantan P3N Kota Palembang M Sueb. Sueb mengatakan dirinya sudah menjadi P3N sejak 2004 lalu. “Jadi saya sudah menjadi P3N selama 11 tahun. Jadi sudah sangat lama mengabdi,” kata Syueb pada jurnalsumatra.com.
    Nah, kata Syueb, per 30 Januari 2016 lalu sudah tidak tercatat lagi sebagai P3N. NAMUN sayang, meski demikian tidak ada koordinasi, dan apa pun bentuknya dari kemnetrian agama.
    “Kami tidak dihubungi, baik via telpon, sms apa lagu surat resmi. Belum juga menerima  pernyataan penghargaan dari kementrian agama. Kami jadi seperti dicampakkan. Kacang lupa kulit,” katan P3N dari Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang Alang Lebar.
    “Penghargaan tidak harus bentuk materi, tetapi ada ucapan, ada omongan. Kami ini sebagai garda depan kementrian agama. Bukan hanya mencatat kalau ada yang menikah, tetapi juga menyebarkan kebaikan melalui agama,” katanya.
    Tercatat kata Syueb ada 100 lebih P3N. Mengingat satu kelurahan ada satu P3N. “Jadi bukan hanya saya saja, ada seratus lebih di Palembang. Ada ribuan di Sumsel dan Indonesia,” ujarnya.
    Syueb mengatakan, beberapa waktu lalu kanwil Depag mengatakan saat ini kekurangan P3N. Dari sini ia berharap ada solusi yang bisa diambil untuk mengatasi itu. “Kalau bisa dikaryakan lagi kenapa tidak. Toh penghapusan itu hanya berdasarkan surat edaran kementrian agama, bukan peraturan dan keputusan kementrian. Toh, di Jawa Barat tetap eksis,” tukasnya.(eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com