• Pembudidaya Ikan Keluhkan Mahalnya Harga Pakan

    0

    Sampit, Kalteng, jurnalsumatra.com – Pembudidaya ikan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengeluhkan mahalnya harga pelet atau pakan ikan sehingga cukup membebani pengeluaran, yang mengakibatkan biaya produksi tinggi.
    “Jangan heran kalau harga ikan mahal karena harga pelet (pakan ikan) juga mahal. Ini yang sulit diatasi karena pelet itu kebutuhan pasti untuk membudidayakan ikan,” kata Fadlan, salah seorang pembudidaya ikan di Sampit, Senin.
    Saat ini harga pelet berkisar Rp8.500 hingga Rp12.500 per kilogram. Untuk pelet berprotein tinggi harganya lebih mahal hingga mencapai Rp18.500 per kilogram. Bahkan pelet ukuran kecil khusus untuk ikan yang masih sangat kecil, ada yang dijual hingga Rp30.000 per kilogram dalam bentuk kemasan.
    Tingginya biaya produksi akibat mahalnya harga pakan ikan, cukup terasa membebani. Padahal makin besar ikan, maka membutuhkan pakan yang lebih banyak lagi. Artinya, biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli pelet juga meningkat.
    “Kalau bisa, pemerintah daerah membangun pabrik pakan, jadi hasilnya bisa dijual kepada masyarakat dengan harga terjangkau, harap Fadlan.
    Tingkat konsumsi ikan di Kotawaringin Timur, cukup tinggi. Jenis ikan yang banyak dibudidayakan masyarakat yakni nila, mas, patin dan lele. Peluang pasar masih sangat tinggi membuat budi daya ikan cukup menjanjikan.
    Selain pakan, pembudidaya ikan juga mengeluhkan mendapatkan bibit ikan. Produksi bibit ikan di Balai Benih Ikan milik pemerintah daerah masih terbatas, sementara penjual bibit ikan belum banyak pilihan dan harga bibit ikan juga dirasa tinggi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com