• Pembangunan Jembatan Layang Di Badung Perlu Kajian

    0

         Mangupura, jurnalsumatra.com – Pembangunan jembatan layang atau “fly over” untuk pejalan kaki yang berlokasi di depan Rumah Sakit Mangusada dan di Pasar Sempidi, Badung, Bali, perlu kajian mendalam dan sosialisasi kepada masyarakat.
    Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Badung Sang Nyoman Oka Parmana, Senin mengatakan akan menerima usulan rencana pembangunan itu apabila ada keluhan dari masyaralat terkait sulitnya menyebrang jalan, karena arus lalu lintas yang padat di daerah itu.
    “Dinas Bina Marga akan menampung keluhan itu dan akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk melakukan upaya itu. Namun, apabila pembangunan jalan layang mendesak untuk dibangun kami akan mengkaji teknis  karena sudah menjadi jalan nasional atau milik pemerintah pusat,” ujarnya.
    Menurut dia, untuk merencanakan pembangunan jembatan layang di daerah itu memang sedikit sulit karena harus mengkaji berbagai aspek diantaranya aspek budaya dan dukungan masyarakat.
    Namun, apabila pembangunan jalan layang itu sangat tidak mungkin dilakukan, maka aka dicarikan solusi seperti pembangunan jalan bawah tanah (under pass).
    “Masyarakat dapat mengusulkan hal itu saat musyawarah perencanaan pembangunan (Muserbang) apabila pembangunan jembatan itu diperlukan,” ujarnya.
    Pantauan Antara, arus lalu lintas di depan Rumah Sakit Mangusada banyak kendaraan roda empat (truk dan bus) dan roda dua yang melintasi kawasan itu melaju kecepatan tinggi karena jalan di kawasan itu lurus tanpa hambatan.
    Kemudian, di depan Pasar Sempidi, trotoar penyeberangan (zebra cross) berada dekat dengan tikungan jalan, sehingga sangat berbahaya apabila pejalan kaki hendak menyeberang di kawasan itu.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com