• Pejabat Bupati Morotai Merasa Dizalimi Gubernur

    0

    Ternate, jurnalsumatra.com – Penjabat Bupati Morotai, Maluku Utara, Yahya Hasan, menyatakan, dia telah dizalimi Gubernur setempat, Gani Kasuba, karena tidak ikhlas selama dipilih memimpin Kabupaten tersebut.
    “Gubernur Gani terlalu berpolimik persoalan pemerintahan Morotai dan tindakannya disesalka. Apalagi, Gubernur menyatakan, siap Kepala Bappeda Maluku Utara, Samsudin Banyo menjadi Penjabat Bupati Morotai baru,” katanya di Ternate, Sabtu.
    Pernytaaan Yahya menanggapi pencopotannya oleh Gubernur Gani sebagai Pejabat Bupati Pulau Morotai.
    “Gubernur juga menanggapi masa pensiun saya pada 5 Desember 2015. Namun, kenyataannya hingga kini saya masih tetap Pejabat Bupati Morotai,” ujarnya.
    Yahya mengemukakan, telah mengkonfirmasi ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) soal statusnya dan dijelaskan bahwa memang ada usulan SK pensiun, namun hingga kini belum diproses.
    “Saya sebagai PNS harus siap pensiun bila tiba waktunya. Namun, saya diangkat oleh Mendagri, maka harus diberhentikan pejabat bersangkutan,” tandasnya.
    Yahya mengemukakan, telah berjuang keras sehingga pada tahun anggaran 2016 kebagian anggaran pusat melalui Kementerian pendidikan, kelautan dan perikanan, desa, Direktorat Jenderal Bina Marga Kemnterian PUPR, Menko Kemaritiman serta bekerjasama dengan Pemprov Surabaya.
    “Saya bekerja tanpa pamrih. Namun,hendaknya menghargai apa yang telah dilakukan agar proses pergantian Penjabat Bupati Morotai dilaksanakan sesuai ketentuan UU,” tegasnya.
    Sedangkan, Karo Humas dan Protokoler Pemprov Maluku Utara, Ansar Daaly ketika dihubungi menyatakan, status Yahya Hasan sebagai Pejabat Bupati Pulau Morotai harus dilepas karena bersangkutan memasuki masa pensiun pada 5 Januari 2016.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com