• PD PASAR Tangerang Prioritaskan Perbaikan Kawasan Kumuh

    0

    Tangerang, jurnalsumatra.com – Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR) milik Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, memprioritaskan untuk perbaikan kawasan kumuh sekitar pasar tradisonal sehingga pengunjung dapat nyaman berbelanja.
    “Target awal program adalah supaya pengelola pasar dapat mengubah citra dan bersaing dengan pasar bersih serta membenahi manajemen,” kata Dirut PD Pasar NKR Jamaludin di Tangerang, Senin.
    Jamaludin mengatakan selama ini kondisi pasar tradisional selalu identik dengan kondisi kumuh, becek dan tidak bersih, maka pembeli enggan berbelanja.
    Sedangkan pasar swalayan mini yang bertebaran setiap desa tumbuh dan berkembang karena bersih dan tertata dengan baik.
    Dia mengatakan kondisi nyaman di swalayan mini yang membuat pembeli betah berkunjung ketimbang berbelanja di pasar tradisional.
    Pernyataan tersebut terkait Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar melantik tiga direksi PD Pasar NKR periode 2016-2020 pekan lalu dan menyinggung kinerja harus lebih baik dari pada direksi sebelumnya.
    Sedangkan Direktur Utama dipercayakan kepada Jamaludin, Direktur Operasional Tony Wismantoro, Direktur Keuangan dan Administrasi Ahmad Fauzi.
    Menurut dia, langkah awal adalah berupaya menata pasar agar lebih nyaman dan pembeli betah di pasar tradisional.
    PD Pasar NKR mengelola sebanyak 23 pasar yang tersebar pada beberapa kecamatan diantaranya Pasar Curug, Pasar Balaraja, Pasar Sepatan, Pasar Mauk dan Pasar Kronjo.
    Pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait menyangkut pembangunan sarana maupun prasarana jalan karena banyak yang rusak menyebabkan pengunjung enggan mendatangi pasar tradisional.
    Dia mengatakan untuk selanjutnya berupaya untuk memberikan kontribusi kepada Pemkab Tangerang ke kas daerah sesuai kemampuan perusahaan.
    Sebelumnya, pihak DPRD Kabupaten Tangerang menyorot kinerja PD Pasar periode lalu karena hanya mampu menyumbangkan PAD sebesar Rp187 juta per tahun.
    Padahal pemasukan ka kas daerah dari sektor retribusi dianggap besar terutama di Pasar Curug, Mauk, Sepatan dan Legok, serta Balaraja karena terdapat ribuan pedagang setiap hari berjualan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com