• Pasar Cinde Akan Segera Dipindahkan

    0
    pasar cinde palembang

    Pasar Cinde Akan Segera Dipindahkan

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Palembang akan segera melakukan relokasi terhadap 450 pedagang pasari Cinde, para pedagang untuk sementara waktu akan ditempatkan di eks bagunan  Cineplex selama proses pembagunan, revitaliasi pasar Cinde dengan dilakukan sistem Built Operate Transfer (BOT) antara pemerintah Provinsi Sumsel dengan PT Magna Beatum.

    “450 lebih pedagang yang terdata, pedagang yang berada dilapak berjumlah 561  sedangkan kios berjumlah  281 pedagang, nantinya para pedangang ini akan menempati halaman gedung Cineplex,”kata Sekda Kota Palembang Ucok Hidayat usai rapat di Palembang pada jurnalsumatra.com, usai rapat bersama dengan Pemprov Sumsel diruang Sekretariat Daerah Palembang, Rabu(6/1).

    Kesepakatan tersebut diambil, dengan mempertimbangkan halaman eks bagunan Cineplex kosong yang sekarang kios batu akik dan mereka bulan ini akan habis kontraknya dan tidak akan diperpanjang akan di tempat ini lah yang akan dijadikan tempat pedagang nantinya dan tidak begitu jauh dengan pasar Cinde yang ada, selain itu kapasitas halamanya juga sangat memadai untuk menampung para pedagang untuk sementara waktu.

    Penggeseran penjualan batu akik, ungkap Ucok dikarenakan kontrak mereka tanggal 30 Januari 2016 nanti akan berakhir, “Batu akik kan sebagian tidak jualan lagi, cuma sebagian kan, tidak terlalu banyak, seluruh pedagang dan penjual kios rencana akan disiapkan di lahan batu akik, bisa jadi disamping belakang rumah makan, pedagang sayur, pedagang buah, pedagang daging, bajuIni akan ditempatkan di satu tempat,” ulasnya panjang lebar.

    “Sembari perumusan jumlah pedagang dan kios baru kita nanti, proses relokasi ini menunggu kriteria kios dan pedagang, dan akan disosialisasikan juga kepada pemilik, pendataan pun ditargetkan selesai pada akhir bulan ini”.

    “Nanti akan disosialisaikan kepada para pedagang, sehingga para dapat memaklumi wacana pasar Cinde yang akan dibangun menjadi  pasar tradisional moderen,”kata Ucok.

    Ucok belum dapat menghitung berapa besar biaya sewa dan los nanti setelah pembagunan selesai dikerjakan, karena pihaknya akan melakukan penghitungan terlebih dahulu.

    “Kami pastikan pedagang lama akan tetap menjadi prioritas untuk menempati kios maupun los yang baru, kami berharap para pedagang tidak khawatir,”Ujar Ucok.

    Tidak hanya itu saja, gedung yang akan menjadi 12 lantai tersebut akan dapat menampung pasar yang lebih banyak lagi, karena kapasitas baru nanti akan lebih besar, dan kapasitas parkir juga sangat memadai.

    “Dengan adanya revitalisasi ini tentu sangat menguntungkan bagi Palembang, karena retribusi parkir dan biaya sewa kios dan los akan diambil oleh Pemkot, sehingga PAD Palembang nantinya akan mengalami peningkatan,”jelas dia.

    “Sekarang ini, pemerintah sedang mendata pedagang pasar tersebut yang nantinya baru dipindahkan”, ujar dia. Memang, jumlah pedagang ratusan sehingga pendataan perlu dilaksankan secara akurat.

    “Selain melakukan pendataan pihaknya juga melaksanakan sosialisasi mengenai pemindahan pedagang tersebut”, kata dia.

    Sementara itu, Kepala BPKAD Sumsel, Laonma L Tobing mengungkapkan nilai invetasi dari revitalisasi Pasar Cinde mencapai Rp 228 Miliar yang akan dikelola oleh pihak ketiga, dengan dana yang besar pasar Cinde akan menjadi pasar moderen terbesar.

    “Semua bagunan gedung pasar akan dibongkar, sedangkan pedagang untuk sementara waktu akan direlokasi, dan biaya relokasi sendiri semuanya akan ditangung oleh pihak investor sehingga pemerintah tidak akan mengluarkan dana,”kata Tobing.

    Dijelaskan Tobing, Pasar Cinde yang dibangun mencapai 12 lantai tersebut dalam rangka menyambut pesta terbesar di Asia yaitu Asian Games yang akan berlangusng pada 2018 mendatang, pada lantai 1 dan 2 akan ditempati oleh para pedang, sedangkan latai 3 dijadikan stasiun LRT. Untuk lantai lainnya akan dijadikan pusat perbelanjaan.

    Pasar Cinde Palembang akan dibangun kembali agar semakin menarik dan tertata dengan rapi sehingga pedagang dan pembeli lebih nyaman. Mengenai pelaksanaan renovasi dan pembangunan pasar tradisional tersebut telah ada pihak swasta yang bersedia sehingga pelaksanaannya segera dimulai.

    “Pihak swasta tersebut sudah menandatangani kesepakatan kerja sama dalam pembangunan pasar tersebut,” kata dia. Program perbaikan dan pembangunan pasar tersebut sesuai arahan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin agar pasar yang ada di daerah ini semakin maju.

    Begitu juga pembangunannya diserahkan kepada pihak swasta sehingga tidak mengganggu dana APBD Sumsel.(yuyun)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com