• Nelayan Dudepo Minta Pelaku Pencurian Ikan Ditertibkan

    0

          Gorontalo, jurnalsumatra.com – Sejumlah nelayan di Pulau Dudepo Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, terancam alih profesi akibat minimnya produksi perikanan tangkap serta maraknya aksi pencurian ikan (illegal fishing) di perairan itu.
    Ahmad Lolo, salah satu nelayan Desa Dudepo, Sabtu di Gorontalo mengatakan, mereka telah mengadukan kondisi perairan Dudepo yang tidak lagi berpeluang untuk produksi perikanan tangkap.
    “Maraknya aksi penangkapan ikan menggunakan alat kompresor dan obat bius, mengancam aktivitas perekonomian nelayan di pulau ini,” ujar Ahmad.
    Rata-rata nelayan lokal yang mengandalkan pukat, sero dan alat tangkap ikan tradisional lainnya, harus pulang dengan tangan kosong.
    Akibat aksi illegal fishing yang dicurigai menggunakan bahan kimia berbahaya.
    “Kami sangat mengkhawatirkan kondisi ini, maka sudah melaporkannya ke DPRD untuk ditindaklanjuti secepatnya,” ujar Ahmad.
    Nelayan lainnya, Djahidin Labajo mengatakan, ia kebingungan harus memanfaatkan bantuan pemerintah daerah yang diterimanya.
    Sebab perahu mesin tempel sebagai sarana untuk menangkap ikan, tidak bisa digunakan lagi.
    “Kami sangat kesulitan mendapatkan ikan, sebab kalah bersaing dengan pelaku yang menggunakan alat kompresor dan obat bius,” ujarnya.
    Warga setempat diakui Djahidin, mencurigai aktifitas penangkapan ikan menggunakan obat bius tersebut mengingat pelaku sering mendapatkan ikan dalam jumlah besar.
    Keanehan lainnya adalah, ikan hasil tangkapan mereka memiliki ciri-ciri yang sama, yaitu tusukan sebagai tanda menangkap ikan dengan ditumbak pada posisi yang sama baik ikan berukuran besar maupun kecil.
    Ia berharap, DPRD menyahuti aspirasi tersebut dan meminta pemerintah daerah untuk segera menertibkan pelaku ilegal fishing yang mengancam kelangsungan ekosistem laut di wilayah perairan tersebut.
    Wakil Ketua DPRD Saiful Karim mengaku, sudah menerima aspirasi tersebut bahkan sudah mengunjungi langsung Pulau Dudepo untuk melihat kondisi nelayan.
    “Mereka kebingungan memanfaatkan bantuan pemerintah daerah, bahkan sebagiannya lagi bingung harus meminta bantuan dalam bentuk apa, mengingat sering melaut tanpa hasil,” ujar Saiful.
    Ia mengaku akan mendesak pemerintah daerah membentuk tim terpadu untuk operasi penertiban pelaku ilegal fishing menggunakan bahan kimia berbahaya.
    Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gorontalo Utara, Nasution Djou membenarkan lapiran nelayan Dudepo tersebut.
    “Kami telah menerima laporan warga setempat, bahkan beberapa kali operasi penertiban tidak membuahkan hasil,” ujarnya.
    Ia mengaku, akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum yaitu Polairud dan TNI AL, untuk operasi penertiban pelaku ilegal fishing.
    “Sudah kami telusuri, bahkan beberapa kali melakukan operasi gabungan namun belum berhasil tertangkap tangan, sebab dicurigai operasi yang dilakukan sering bocor ke pelaku,” ujarnya.
    Ia pun menegaskan, akan meminta pemerintah desa dan kecamatan untuk menindak tegas masyarakat lokal jika kedapatan terlibat kegiatan ilegal fishing tersebut, namun masih akan membahas di tingkat pemerintah daerah terkait efek jera yang akan diberlakukan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com