• Musirawas Dongkrak Peringkat Indeks Pembangunan Manusia

    0

    Musirawas, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan tetap berupaya mendongkrak indeks pembangunan manusia, meskipun daerah itu tingkat ekonomi masyarakatnya turun akhir-akhir ini.
    Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) itu ada tiga faktor yang harus dipacu yaitu pendidikan, kesehatan dan tingkat ekonomi, kata Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Musirawas Fadli, Senin.
    Ia menjelaskan untuk faktor pendidikan dan kesehatan sudah berjalan dengan baik karena ditingkatkan oleh kepala daerah sebelumnya yaitu dengan memanfaatkan program pendidikan gratis dan sektor kesehatan melalui program pusat dan daerah.
    Khusus pendidikan gratis sudah berjalan sejak sepuluh tahun terakhir mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas termasuk pembangunan gedung sekolah dan sarana pendukung lainnya.
    Sedangkan tingkat kesehatan masyarakat sebagian besar warga kurang mampu sudah menikmati pengobatan gratis disetiap Puskesmas dan Pusat kesehatan terpadu (Pustu), apa lagi saat ini ada program pemerintah karu sehat dan kartu pintar.
    Namun yang agak sulit untuk meningkatkan ekonomi masyarakat lapisan bawah karena sejak harga hasil perkebunan dan pertanian anjlok tahun lalu tingkat ekonomi masyarakat turun drastis.
    Penurunan harga hasil perkebunan dan pertanian itu diperparah lagi naiknya harga sembilan bahan pokok terakhir hingga menjelang tahun baru 2016.
    Akibatnya masyarakat lapisan menengah kebawah mengeluhkan sulitnya mendapatkan uang dan menyekolahkan anaknya ketingkat lebih tinggi, ujarnya.
    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Musirawas Aidil Adha menjelaskan rendahnya tingkat IPM di daerah itu akibat tiga faktor tersebut.
    Bila tingkat ekonomi masyarakat masih seperti sekarang, maka akan sulit mendongkrak IPM menjadi tiga besar di tingkat Provinsi Sumatera Selatan.
    Ia mengatakan ketiga faktor utama indikator yang harus diprioritaskan adalah masalah pendidikan, kesehatan dan ekonomi pengeluaran perkapita rumah tangga.
    Kalau peningkatan indikato sektor pendidikan dilihat dari jumlah sekolah dan pelajar, kemudian kesehatan dilihat dari pusat pelayanannya atau rumah sakit dan terkait ekonomi yang pengeluarannya sangat rendah.
    Dari tiga faktor itu hanya sektor ekonomi sulit untuk doigerakan, karena dampak harga komoditi karet sebagai mata pencaharian utama warga setempat saat ini harganya masih rendah dan belum tahu kapan akan normal kembali, ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com