• Museum Gempa Padang Pindah Ke Museum Adityawarm

    0

         Padang, jurnalsumatra.com – Museum gempa dan bencana Kota Padang, Sumatera Barat, yang selama ini berada di lantai dua gedung Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), akan dipindahkan ke Museum Adityawarman pada pertengahan Januari 2016.
    Pemandu museum gempa dan bencana Kota Padang, Elga Ningsih di Padang, Selasa, mengatakan salah satu penyebab museum gempa dipindahkan, karena banyak masyarakat yang belum mengetahui letak dan posisi museum gempa karena yang lebih populer adalah tugu gempa.
    “Pemindahan ini atas perintah dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang,” katanya.
    Meskipun bergabung dengan museum tingkat provinsi, akan tetapi katanya museum tersebut tetap masuk dalam lingkup Kota Padang.
    Museum gempa tersebut seringkali terlihat sepi dari pengunjung, bahkan pada saat peringatan ke enam tahun gempa bumi yang meluluhlantakkan Kota Padang pada 30 September 2009.
    Data pengunjung yang datang pada September 2015 lebih kurang 200 pengunjung  berasal dari Padang, Medan, Riau, Jakarta, Batam dan lainnya.
    “Warga negara lain juga ada yang mengunjungi, seperti dari Australia, Jepang, Belanda dan Singapura,” jelasnya.
    Ia berharap dengan dipindahkannya museum ini dapat meningkatkan jumlah pengunjung, karena selain museum Adityawarman sudah banyak yang tau dan berkunjung juga dekat dengan tugu gempa.
    Seorang pengunjung museum gempa asal Padang, Utami (23), mengaku selama ini tidak mengetahui adanya museum gempa di Kota Padang.
    “Sebelumnya saya ketahui hanya tugu gempa dan baru saya mengetahui ternyata juga ada museum gempa,” ujarnya.
    Sementara pengunjung asal Lhokseumawe, Rahmanisa mengatakan museum gempa di Kota Padang tidak sebagus museum di Aceh.
    Ia mengatakan museum gempa di aceh areanya luas, di sana juga ada tempat kuburan massal warga korban gempa, dan suasana di dalam juga beraneka ragam, ada ruangan seperti terowongan yang berisi nama-nama korban gempa dan tsunami.
    “Di sini museumnya seperti kuburan, sepi sekali tidak seperti di sana sangat ramai pengunjung,” ungkapnya.
    Namun walaupun begitu Rahmanisa menginginkan museum gempa lebih diperhatikan dan ditingkatkan sarana prasarana di dalamnya, bagaimana pun ini adalah bukti daerah kita pernah dilanda musibah yang menewaskan ratusan bahkan ribuan orang.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com