• MUI Himbau Masyarakat Waspadai Aliran Gafatar Berganti Nama

    0
    Logo_MUI

    MUI Himbau Masyarakat Waspadai Aliran Gafatar Berganti Nama

    Palembang, jurnalsumatra.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palembang H Saim Marhadan mengatakan masyarakat harus wasapada dan jangan mudah terpengaruh dengan ajaran aliran Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar seperti yang baru-baru terjadi korbanya seorang Doketer bernama Rica.

    “Sekarang aliran ini mengubah nama lagi yakni Negara Karunia Tuhan Semesta Alam, masyarakat harus waspada jangan mudah terpengaruh dengan organisasi atau aliran agama yang mengatasanamkan agama islam, sementara pengikutnya diajarkan hal- hal yang tidak sesuasi dengan pedoman islam alquran dan alhadist.”Ungkap saim kepada jurnalsumatra.com Rabu, (12/1).

    Sebelumnya Gafatar ini dikenal dengan nama Komunitas Millah Abraham (Komar) kemudian berubah menjadi gerakan fajar nusantara.

    Ia Menjelaskan, Gerakan ini merupakan bentuk transformasi dari aliran Al- Qiyadah, yang didirikan pada oleh Ahmad Musadeq.

    Aliran Gafatar dinyatakan sesat oleh MUI karena mencampuradukkan ajaran Islam, Nasrani, dan Judaisme (Yahudi)

    “Dipalembang saat ini belum ditemukan atau ada lapaoran masyarakat yang ikut aliran Gafatar, kita terus memonitor dengan pihak terkait u ntuk memantau jika ada keberadaan aliran ini dipalembang.”Katanya.

    Ia melanjutkan aliran ini sering berganti ganti nama, pada 2010, ajaran ini mengubah nama menjadi Komunitas Millah Abraham (Komar).

    “Sekarang aliran ini mengubah nama lagi yakni Negara Karunia Tuhan Semesta Alam, masyarakat harus waspada jangan mudah terpengaruh dengan organisasi atau aliran agama yang mengatasanamkan agama islam, sementara pengikutnya diajarkan hal- hal yang tidak sesuasi dengan pedoman islam alquran dan alhadist.”Terangnya.

    Dalam ajarannya, para pengikut Gafatar hanya melakukan salat malam, tanpa perlu melaksanakan salat lima waktu. Mereka juga tidak mewajibkan puasa Ramadhan, dan adanya perbedaan syahadat yang mereka sebutkan dalam pembai’atan.

    “Mereka kerap mengaku sebagai pengikut ajaran Nabi Ibrahim, sehingga mereka pun mencampuradukkan ajaran tiga agama samawi (Islam, Nasrani, Judaisme), dan menganggap semua ajaran agama itu sama”terangnya lagi.

    Sebenarnya ada banyak aliran yang sesat berkembang di masyarakat khususnya dikota palembang, dari itu masyaralt juga harus peran aktif untuk waspada terhadap aliran yang dinilai tidak sesuai dengan ajaran islam sebenrnya atau Sesat menyesatkan.

    “Saya tidak bisa menyebutkan aliran tersebut satu-persatu namun aliran sesat yang sudah di fatwakan mui diantanranya Syiah,Negara karunia tuhan semesta alam (gafatar), Amanat Keagungan Illahi (AKI)Mukmin Mubaligh, Ahmadiyah”tutupnya.[Dzakiyya]

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com