• Melz Postalini Selalu Mempunyai Target Bisa Menghibur

    0
     Melz Postalini

    Melz Postalini

    Palembang, jurnalsumatra.com – Kesukaan dengan music dan ingin menjadi musisi merupakan cita-cita nya sejak menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sempat les organ di Yamaha Music, namun saat ini ia lebih menekuni music DJ.

    Dalam perbincangan dengan jurnalsumatra.com Melz Postalini yang sering di panggil dengan Melz saat dirinya menjadi resident DJ di G2 Entertainment Komplek Ilir Barat Permai, Jl. Radial Palembang yang merupakan Club pertama di Palembang yang sudah mengantongi Sertifikat Bebas Narkoba dari BNN Provinsi Sumatera Selatan atas keinginan tempatnya untuk turut memerangi Narkoba, ia mengatakan “Waktu SMP saya sempat les piano, setelah kuliah pada tahun 2013, karena suka dan senang melihat DJ pada saat Spin jadi suka dengan music DJ” beber cewek cantik kelahiran Tanjung Karang, 21 July 1998 ini. “Itu karena waktu SMA suka masuk diskotik dan senang banget ngeliat DJ yang lagi main” tambahnya.

    “Pada tahun 2013 itulah saya belajar DJ di Ijoel Sekolah DJ di Bandung dan kemudian DJ Basic pada tahun 2014 masuk DJ Music Production” jelasnya dengan apa yang pernah dilakukannya untuk lebih mendalami music dj nya.

    Di akuinya selama ia di Palembang, kota yang baru pertama dikunjunginya ini, tidak terlalu paham tentang kota Palembang, karena selama di Palembang belum pernah keluar mess dan menurutnya, di tempat kerjapun hanya ngobrol dengan DJ Elmo yang merupakan DJ senior di Palembang ini.

    Kalau menurut saya di tempat saya sekarang ini, sepertinya para tamu lebih suka ke live musicnya, karena setiap perpindahan ke DJ nya. Saya perhatikan tamu-tamunya banyak yang pulang. “Tiap club atau lounge pasti punya market yang berbeda, mungkin di club atau lounge yang lain mereka lebih suka live DJ dari pada live music” ungkapnya sambil melemparkan senyuman manisnya.

    Dalam fikiran saya sebelum datang ke Palembang atau tiap saya longtrip saya tidak pernah memikirkan bagaimana keadaan kota tersebut, karena tujuan saya kan kerja, beda yaa kalau saya tujuannya liburan, pastinya sebelum berangkat sudah memikirkan ingin ke sini dan ingin kesitu, atau mau beli apa dan pengen ngerasaiin masakan khasnya. Yang saya fikirkan sebelum berangkat, yaitu target marketnya seperti apa…., lalu mereka senangnya music yang seperti apa…

    Tapi walaupun tidak seperti yang dibanyangkan, saya enggak pernah kecewa, karena saya cinta sama kerjaan saya, yaa… kalau kita tidak jatuh cinta sama pekerjaan kita sudah pasti kita kerja dengan beban dan tidak semangat… , jadi mau sepi atau rame, saya tetap enjoy saja pada saat spinn (ngedj), pokokmya bagi saya DJ is my life.

    “Kalau bisa DJ yang perform berkualitas, jangan hanya modal tampang doang” harapnya, dan ia juga berharap kalau secepatnya Persatuan DJ Indonesia (PDJI) dapat bekerjasama dengan club-club seluruh Indonesia dan hanya DJ yang berkualitas dan anggota PDJI yang boleh perform dengan syaratnya punya sertifikat sekolah DJ dan kalau mereka hanya privat bisanya tidak bisa masuk FDJI.

    “Sebenarnya ini bukan untuk membatasi para DJ, tapi hanya menyaring yang berkualitas saja. Untuk DPP PDJI ada di Jakarta, tapi tiap daerah ada DPP PDJI nya. Yang bisa di buka melalui website pdji.org untuk lebih jelasnya tetang PDJI” pungkas cewek yang menyukai lelaki bertanggung jawab, berkharisma, tegas, handsome, pinter dan setia ini mengakhiri obrolan kami. (edchan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com