• Masyarakat Pesisir Disiapkan Menghadapi Dampak Perubahan Iklim

    0

          Sampit, Kalteng, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menyambut gembira bantuan pemerintah pusat kepada masyarakat di kawasan pesisir lebih siap dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
    “Dampak perubahan iklim bagi masyarakat pesisir Kotawaringin Timur (Kotim) yang akan terjadi dan sudah kita rasakan adalah seperti abrasi pantai Ujung Pandaran, pasang rob atau air laut yang semakin tinggi pada desa-desa pesisir, kerusakan lahan pertanian akibat rembesan air laut, serta dampak ekonomi, kesehatan dan kerusakan lingkungan lainnya,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Kotim Sugian Noor di Sampit, Jumat.
    Masyarakat di kawasan Selatan atau pesisir Kotawaringin Timur mendapat gelontoran dana dari pemerintah pusat untuk kawasan pesisir melalui program adaptasi perubahan iklim melalui penataan kawasan pesisir pada 2015 lalu. Hanya empat daerah di Indonesia yang mendapat bantuan program ini, salah satunya adalah Kotawaringin Timur.
    Program bantuan sosial ini dilaksanakan di tiga desa di Kecamatan Teluk Sampit yakni Ujung Pandaran, Lempuyang dan Kuin Permai. Untuk pelaksanaan di lapangan, telah terbentuk tujuh kelompok masyarakat pesisir yang akan mengelola langsung dana yang dikucurkan pemerintah pusat ke rekening masing-masing kelompok dengan total dana stimulan mencapai Rp845 juta.
    Bentuk kegiatannya diantaranya pembangunan jalan desa, jembatan, jalan evakuasi, mesin pengolahan pakan, kolam ikan, tenda bencana dan sarana wisata berupa banana boat. Selain sarana fisik, program ini juga memang menyentuh sarana pendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
    “Kondisi masyarakat pesisir kita yang relatif lemah, baik dari sisi sumber daya manusia, infrastruktur, modal usaha dan sumber daya dasar seperti air bersih dan kesehatan, adalah kondisi yang rentan dalam menghadapi dampak perubahan iklim di kawasan pesisir,” jelas Sugian.
    Dia berharap program kegiatan adaptasi perubahan iklim melalui penataan kawasan pesisir tahun 2015 yang difasilitasi Kementerian Kelautan dan Perikanan dilanjutkan kembali dengan program pengembangan kawasan pesisir tangguh (PKPT) pada 2016 dan 2017 dengan desa kawasan yang sama yaitu Ujung Pandaran, Lampuyang dan Kuin Permai.
    Peran pemerintah
    Kegiatan adaptasi perubahan iklim melalui penataan kawasan pesisir (API-PKP) adalah bentuk program kegiatan dengan model pelibatan peran serta masyarakat, terutama pada kegiatan stimulannya yaitu saat perencanaan kegiatan, pelaksanaan maupun pengawasan kegiatannya.
    Peran pemerintah, yaitu satuan kerja pesisir dan lautan Kementerian Kelautan dan Perikanan maupun pemerintah kabupaten adalah sebagai fasilitator agar kegiatan berjalan sesuai tujuannya.
    Pemerintah kabupaten berharap kegiatan ini akan memberi pemahaman yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya masyarakat pesisir tentang pentingnya kesiapan menghadapi dampak perubahan iklim di kawasan pesisir Kotawaringin Timur yang terjadi secara perlahan namun pasti.
    Kegiatan API-PKP dalam rangka memfasilitasi kebutuhan sarana prasarana dasar masyarakat pesisir, sekaligus dapat menjadi stimulan bagi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
    Tujuan akhirnya adalah meningkatkan ketangguhan masyarakat pesisir di daerah ini dalam menghadapi dampak perubahan iklim di masa yang akan datang.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com