• Masyarakat Lampung Diminta Waspadai DBD

    0

        Bandarlampung, jurnalsumatra.com – Masyarakat Lampung diminta mewaspadai penyakit demam berdarah dengue sehubungan musim hujan  masih terjadi di daerah itu.
    “Tingginya frekuensi hujan menyebabkan risiko peningkatan kasus DBD semakin meningkat. Hal itu disebabkan makin banyaknya genangan air bersih yang merupakan tempat perindukan nyamuk aedes aegypti, vektor pembawa virus dengue,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, di Bandarlampung, Senin.
    Ia menjelaskan, pola maksimum-minimum kasus DBD di Provinsi Lampung sejak tahun 2010 sampai 2015 menunjukkan kecenderungan kasus tertinggi terjadi pada Januari. Karena itu masyarakat diminta untuk mewaspadai penyakit DBD.
    Penyakit demam berdarah, lanjutnya, didiagnosis dengan melihat gejala yang muncul, seperti demam tinggi dan munculnya ruam. Namun, karena gejala penyakit demam berdarah kadangkala sulit dibedakan dengan penyakit malaria, leptospirosis, maupun demam tifoid maka biasanya tenaga medis yaitu dokter akan terlebih dahulu mengecek sejarah kesehatan dan perjalanan pasien untuk mencari informasi kemungkinan pasien tergigit nyamuk.
    Selain itu untuk mendapatkan ketepatan diagnosis yang lebih tinggi umumnya dilakukan berbagai uji laboratorium.
    “Hingga kini, belum ada vaksin atau obat antivirus bagi penyakit ini. Tindakan paling efektif untuk menekan epidemi demam berdarah adalah dengan mengontrol keberadaan dan sedapat mungkin menghindari vektor nyamuk pembawa virus dengue,” katanya.
    Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang tepat, yaitu,
    pencegahan demam berdarah dapat dilakukan dengan melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk  dimana masyarakat dapat bergerak dengan melaksanakan gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan memanfaatkan.
    Selain itu, secara biologis, vektor nyamuk pembawa virus dengue dapat dikontrol dengan menggunakan ikan pemakan jentik dan bakteri. Kemudian pemberian larvasida seperti bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air untuk membunuh jentik nyamuk serta pengasapan (fogging) untuk membunuh nyamuk dewasa atau yang sudah bisa terbang berpindah.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com