• Lurah Mengadu Ke Bupati Kudus Soal Pembangunan

    0

         Kudus, jurnalsumatra.com – Sembilan lurah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu, mengadu ke Bupati Kudus terkait dengan program pembangunan untuk wilayah kelurahan yang dikeluhkan masyarakat karena dianggap tertinggal oleh wilayah perdesaan yang saat ini mendapatkan dana cukup besar.
    Lurah Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus, Rio Deny Widodo ditemui usai bertemu Bupati Kudus Musthofa di Kudus, Rabu, mengakui baru saja bertemu dengan bupati bersama delapan lurah di Kudus untuk meminta petunjuk soal pembangunan infrastruktur di wilayah kelurahan yang sebelumnya diusulkan lewat musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan.
    Hanya saja, kata dia, hingga kini belum diakomodasi sehingga warga mempertanyakan kapan bisa direalisasikan.
    Mengingat peran pemerintah kelurahan juga terbatas, khususnya dalam hal pembangunan infrastruktur karena kelurahan termasuk sebagai SKPD, akhirnya mereka sepakat menemui bupati hari ini (13/1) yang bertepatan dengan akan digelarnya musrenbang tingkat kelurahan.
    Karena kelurahan juga termasuk SKPD, kata dia, semua tanggung jawab pembangunan di kelurahan dibebankan kepada pemerintah kabupaten.
    “Masyarakat yang merasa pembangunan di kelurahan tidak sama dengan pemerintah desa tidak perlu khawatir, karena hasil pertemuan dengan bupati ditegaskan bahwa pemkab akan memperhatikan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
    Selain itu, kata dia, masyarakat juga diminta memahami mekanismenya, bahwa pembangunan harus diawali dengan usulan lewat Musrenbang desa/kelurahan, kecamatan, kemudian kabupaten.
    Kalaupun saat ini masih ada sarana publik yang belum diperbaiki, dia meminta, masyarakat untuk bersabar karena pemerintah akan memperhatikannya.
    Terkait kondisi jalan di Kelurahan Panjunan, kata dia, relatif baik karena menjadi kewenangannya Pemkab Kudus, sedangkan jalan lingkungan hanya satu ruas jalan dengan tingkat kerusakan yang masih minim.
    Lurah Wergu Wetan Suroso berharap, Pemkab Kudus benar-benar memperhatikan jalan lingkungan yang ada di wilayah kelurahannya karena ada yang sudah diusulkan lewat Musrenbang, namun belum tersentuh perbaikan.
    “Kondisinya memang masih bisa dilalui warga, namun warga berharap kondisinya lebih baik lagi,” ujarnya.
    Berdasarkan keterangan dari Dinas Bina Marga Pengairan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Kudus, jalan lingkungan perkotaan yang berada di sembilan kelurahan saat ini pengelolaannya dilimpahkan kepada Dinas Bina Marga Pengairan dan Energi Sumber Daya Mineral Kudus.
    Kesembilan kelurahan tersebut, meliputi Kelurahan Wergu Wetan, Wergu Kulon, Mlati Norowito, Mlati Kidul, Panjunan, Sunggingan, Purwosari, Kerjasan dan Kajeksan.
    Kepala Bidang Bina Marga Dinas Bina Marga Pengairan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Kudus Joko Mukti Harso membenarkan sudah ada pelimpahan jalan lingkungan perkotaan yang ada di kelurahan kepada Dinas Bina Marga.
    Jalan kelurahan yang pengelolaannya dilimpahkan ke Dinas Bina Marga sebanyak 203 ruas jalan dengan total panjang sekitar 139,325 kilometer.
    Hanya saja, pada tahun anggaran 2016 untuk jalan kelurahan tersebut belum masuk dalam penganggaran, sehingga memungkinkan perawatannya menggunakan anggaran perawatan rutin.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com