• Legislator Minta Polisi Dan Pemerintah Awasi ORMAS

    0

    Sampit, jurnalsumatra.com – Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional Demokrat DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Muhammad Shaleh meminta pihak kepolisian dan pemerintah daerah itu untuk memperketat pengawasan Ormas.
    “Ormas apapun itu namanya, terutama yang menyangkut masalah keyakinan apa lagi membawa nama agama keberadaan perlu pengawasan. Mengingat saat ini ancaman teroris terhadap keamanan Negara semakin meningkat,” katanya di Sampit, Jumat.
    Dengan adanya pengawasan dari aparat kepolisian dan pemerintah daerah diharapkan seluruh kegiatan yang dilakukan Ormas dapat terpantau. Pengawasan juga bertujuan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan.
    Pergerakan dan setiap aktivitas Ormas harus terus terpantau, sehingga apabila ada aktivitas yang mencurigakan bisa dengan cepat diketahui dan mempermudah penanganan.
    “Apalagi informasi terakhir, salah satu pelaku bom Sarinah di Jakarta yang terjadi pada Kamis (14/1) berinisial DJK pernah bekerja di sebuah perusahaan peternakan yang ada daerah kita, yakni Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim),” katanya.
    Sementara itu, berdasarkan informasi yang berkembang, salah seorang terduga pelaku bom di kawasan Sarinah Jakarta berinisial DJK pernah bekerja sebagai mekanik di perusahaan peternakan ayam di Sampit Kabupaten Kotim, Kalteng.
    “Memang ada mantan karyawan kami namanya DJK asal Jawa. Dia sempat bekerja sekitar dua tahun yang lalu, tapi September 2015 telah mengundurkan diri. Setelah itu kami tidak tahu ke mana dia,” ungkap Manajer Unit PT Charoen Pokphand Jaya Farm, Kristiyono di Sampit.
    Selama bekerja di perusahaan peternakan ayam Sampit ini DJK yang lebih akrab dipanggil Iyong dikenal ramah dan bekerja dengan baik. Perangai bujangan asal Tegal itu juga tidak ada yang mencurigakan.
    Terduga DJK tinggal di salah satu kamar barak nomor 18 milik perusahaan yang bersangkutan sering terlihat pergi ke masjid yang berjarak sekitar 300 meter dari perusahaan.
    “Dia bekas mekanik bidang kelistrikan dan lebih banyak stand by menjaga genset. Alasan berhenti karena mencari pekerjaan lebih layak. Setelah itu kami tidak tahu dia pindah ke mana,” terang Kristiyono.
    Pihak perusahaan tidak mengetahui lebih jauh latar belakang DJK karena rekrutmen dilakukan oleh yayasan. Kegiatan karyawan di lingkungan perusahaan juga terpantau karena hampir semua tinggal di mess yang pintu masuknya dijaga petugas keamanan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com