• Lahan Musi IV Sudah Siap Dikerjakan

    0

    thumb_20151210_Pemprov_Kembali_Anggarkan_Ganti_Rugi_Musi_VIPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Meskipun Pemerintah menargetkan pemancangan tiang perdana atau groundbreaking proyek Jembatan Musi IV, Sumatera Selatan, sepanjang 1.130 meter dapat dilakukan pada November tahun lalu sedikit molor dari target yang direncanakan namun pada Februari mendatang.

    Sementara itu, Lurah 14 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II, Oscar mengatakan lahan untuk kebutuhan proyek Jembatan Musi IV sudah tersedia sehingga pekerjaan kontruksi dapat dimulai pada Februari 2016.

    “Semua sudah tuntas, tinggal satu rumah lagi yang belum merobohkan. Mungkin dalam waktu dekat akan dibongkar pemiliknya,” kata Oscar pada jurnalsumatra.com. Ia mengemukakan, sejauh ini tidak ada persoalan berarti terkait penyediaan lahan karena masyarakat sekitar sudah memberikan dukungan untuk pembagunan infrastruktur transfortasi ini.

    Hanya saja, sebagian warga Lorong Al Hadad berharap pemerintah tetap mempertahankan Mushalah Al Hadad yang berdiri sejak abad 18 persis di pinggir Sungai Musi, karena bernilai historis bagi penduduk setempat keturunan Arab.

    “Pada dasarnya warga mendukung, dengan catatan meminta pemerintah menepati janjinya untuk merenovasi Musalah Al Hadad,” kata Oscar.

    Jembatan Musi IV direncanakan dibangun untuk sisi hulu di Kelurahan 14 Ulu Sungai Kangkang, dan sisi hilir di kawasan Pasar Kuto dengan panjang 635 meter, lebar 12 meter dan tinggi 16,88 meter yang dihitung dari permukaan air sungai dengan titik terbawah jembatan membutuhkan dana Rp518 miliar.

    Pekerjaan kontruksi Jembatan Musi IV siap dimulai setelah sekitar 10 unit rumah di Jalan Al Ghazali Kelurahan 14 Ulu Palembang sudah dirobohkan oleh pemiliknya. Sebagian besar rumah sudah rata dengan tanah dan menyisakan puing-puing bangunan.

    Sementara itu, di sisi Jalan Al Ghazali terdapat deretan pagar berbahan seng yang siap dipasang di lokasi proyek tersebut. Salah satu warga dedi, yang telah lama tinggal di Lorong Al Hadad sekaligus pemilik rumah yang diruntuhkan itu mengatakan sejak dua pekan lalu sudah merobohkan rumah kediamannya.

    “Ini sedang dikerjakan karena masih ada puing-puing yang tertinggal. Pemerintah meminta cepat dibersihkan karena pekerjaan akan dimulai Februari 2016,” kata Adi. Menurutnya, tidak ada lagi persoalan antara pemilik lahan dengan pemerintah karena pembayaran ganti rugi sudah dituntaskan oleh Pemerintah Kota Palembang pada November lalu.(uni)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com