• Kemensos Bangun Tujuh IPWL

    0
    Khofifah-Indar-Parawansa-Mensos

    Kemensos Bangun Tujuh IPWL

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Kementerian Sosial RI membangun tujuh Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di tuju daerah se-Indonesia, salah satunya di Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. IPWL Sumsel dinilai lebih siap daripada IPWL di provinsi lain karena telah selesai dibangun dan siap beroperasi.

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel Belman Karmuda mengatakan, seluruh pembangunan gedung di atas lahan seluas 3,5 hektar bekas Panti Sosial Masudiputra Darmapala ini telah selesai. Tinggal pemasangan paving block untuk jalan akses dari jalan raya menuju gedung dan mengalirkan listrik ke fasilitas ini.

    “Fasilitas di dalam gedung pun sudah lengkap seperti kasur, kulkas, televisi, komputer, laptop, genset, kamera, alat medis, hingga mobil inventaris pun sudah dikirim oleh pusat. Namun barang-barangnya masih ada di pemborong karena belum ada personil keamanan bila sekarang sudah ditaruh di sana,” ujarnya, Kemarin.

    Belman mengatakan, dirinya bersama enam Kepala Dinsos lainya dipanggil oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Kamis (28/1) mendatang untuk rapat lebih lanjut pengelolaan IPWL.

    Dirinya menjamin tahun ini, IPWL tersebut bisa beroperasi. “Kemungkinan Februari ini sudah beroperasi, tergantung dari rapat nanti seperti apa,” ujarnya.

    Belman menjelaskan, IPWL adalah pusat rehabilitasi medis dan sosial bagi para pecandu serta penyalahguna narkoba, yang dapat menampung hingga 200 orang per semesternya. Bentuk instansinya sendiri akan menjadi setingkat Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang dikelola bersama oleh Kementerian Sosial RI dan Dinsos Sumsel.

    Dana operasionalnya sendiri akan ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sementara sumber daya manusia pengelolanya masih dibicarakan dengan Kemensos.

    “Setelah dua tahun, pengelolaan, anggaran, dan operasionalnya akan dikembalikan ke provinsi. Kalau memang Pemerintah Provinsi masih belum sanggup mendanai setelah dua tahun tersebut, kita upayakan lima tahun saja dikelola oleh pusatnya,” tuturnya.

    Belman menjelaskan, kendala kesiapan pemprov dalam mengelola IPWL bukan hanya terkait anggarannya saja, namun juga terkait Sumber Daya Manusia yang menjadi tenaga ahli di instansi tersebut. SDM di IPWL merupakan tenaga medis khusus terkait pengobatan secara fisik baik mental yang tidak bisa sembarang rekrut.

    “Di IPWL banyak keterlibatan tenaga medis khusus. Tenaga seperti pemuka agama, BNN, keamanan dan lainnya pun dilibatkan. Kami harus mengetahui secara detail apakah SDM yang kami miliki sekarang bisa memenuhi kriteria IPWL dalam dua tahun atau tidak,” ungkapnya.

    Belman menjabarkan, Sumsel merupakan satu dari tujuh provinsi yang terpilih menjadi lokasi pembangunan IPWL ini. Provinsi lainnya yakni Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Jawa Timur.

    Alasan Sumsel dipilih menjadi lokasi pembangunan IPWL bukan karena jumlah pecandu di Sumsel lebih banyak daripada daerah lain, namun karena kesiapan Sumsel dalam persiapan sebelum pembangunannya.

    Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan fasilitas ini sebesar Rp7 miliar yang bersumber dari APBN. Sebesar Rp5 miliar untuk fisik konstruksi gedung dan Rp2 miliar untuk fasilitas sarana dan prasarana.

    “Bila IPWL sudah beroperasi, ini bisa mengakomodir seluruh rehabilitasi pecandu dan penyalahguna narkoba dari seluruh wilayah Sumbagsel,” jelasnya.

    Sebagai informasi, IPWL adalah pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh pemerintah yang menerima wajib lapor untuk direhabilitasi.

    Wajib lapor adalah kegiatan melaporkan diri yang dilakukan oleh pecandu narkotika yang sudah cukup umur atau keluarganya. Atau pun bisa saja orangtua/wali dari pecandu narkotika yang belum cukup umur kepada IPWL untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. (uni)

     

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com