• Kelurahan Payuputat Kebanjiran Tidak Ada Bantuan Pemerintah

    0
    Kelurahan Payuputat Kebanjiran Tidak Ada Bantuan Pemerintah

    Kelurahan Payuputat Kebanjiran Tidak Ada Bantuan Pemerintah

    Prabumulih , jurnalsumatra.com – Banjir bandang akibat sungai Lematang menguap  ditambah hujan deras yang mengguyur kota Prabumulih seminggu terakhir membuat  Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih barat banjir setinggi  1 meter lebih ( sedada orang dewasa ).

    Akibatnya  rumah  99 Kepala Keluarga ( KK) tergenang air , 400 Ha 2 kebun karet juga digenangi air dan juga puluhan ladang padi  sayur dan kedelai  ikut terendam , jika banjir bertahan  lama maka tanam tumbuh milik  warga terancam gagal panen.

    Banjir  terparah di  RW.4,5,9 dan 10 kedalam air mencapai 1 meter lebih seperti rumah Asnawi, Mardiyani  dan Nur Lekat. Beruntung lantaran kebanyakan rumah panggung maka warga tak perlu mengungsi . Kerugian ditaksir puluhan juta rupiah sementara korban jiwa tidak ada ungkap Lurah Payuputat , Edi Suanto,SH,M.Si kepada jurnalsumatra.com saat dikonfirmasi di kantornya Selasa (26/1).

    Lanjut Edy banjir tahun 2016 terparah sejak 8 tahun terakhir . ” Banjir tahun ini sama dengan banjir tahun 2008 lalu setelah tsuname di Aceh . “, kata Edi

    Disinggung apakah sudah ada bantuan ? Diakui Edi sampai Selasa kemarin belum ada bantuan dari pihak manapun ” Kalau hari ini ( Selasa red) belum ado bantuan tetapi besok Rabu ( hari ini) informasinya Pemkot melalui Dinsos akan memberikan bantuan berupa sembako dan obat obatan,” ujar dia

    Ditempat terpisah jurnalsumatra.com ini membincangi warga setempat, Asnawi , jauhari dan Mamat ketiganya mengaku petani karet mengaku sedih lantaran stock untuk makan sudah menipis sementara untuk menakok karet di kebun mereka susah lantaran kedalaman air mencapai 1 meter
    Ketiganya hanya dapat pasrah karena untuk menyambi pekerjaan lain mereka mengaku tak punya keterampilan sementara untuk bekerja serabutan di tempat tinggalnya tak ada warga yang mau memberi upahan  pekerjaan

    ” Kami ini dak katek kepacaan selain kerja kasar , nebas kebun atau angkat pikul makanya kalau dak katek yang ngenjek makanan pacak pacak keluarga kami kelaparan,” ujar ketiganya sedih

    Lanjut mereka air bersih  untuk minum saja mereka saat ini sudah mengalami kesulitan . Sementara PDAM belum berfungsi Pantauan jurnalsumatra.com. Imbas lainnya akibat banjir  para pelajar SDN.77 Prabumulih di Payuputat terpaksa diliburkan sementara ratusan petani karet terpaksa tidak dapat nakok karet . Untuk memenuhi kebutuhan makan warga hanya dapat pasrah menunggu bantuan pemerintah kota ( Pemkot) dan pihak swasta BUMN seperti Pertamina dan perusahan minyak lainnya . Hingga Selasa posko banjir tahun 2016 yang ditempatkan di kantor Lurah belum mendapat pasokan bantuan . Badan jalan dari Prabumulih ke Payuputat ada dua titik tergenang banjir Namun demikian Musibah banjir dimanfaatkan beberapa warga untuk mencari ikan di tepi jalan Patuputat ( dahari)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com