• Kelompok Nelayan Lampung Timur Pertanyakan Bantuan KKP

    0

        Lampung Timur, jurnalsumatra.com – Kelompok nelayan di Kabupaten Lampung TImur belum menerima bantuan alat tangkap dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang secara simbolis telah diserahkan oleh penjabat bupati setempat beberapa waktu lalu.
    Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) “Nelayan Terpadu” di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Irwan di Lampung Timur, Senin, mengakui hingga saat ini belum menerima bantuan alat tangkap dari KKP tersebut.
    “Padahal sebelumnya telah diberitahu akan menerima bantuan alat tangkap tersebut,” kata dia.
    Bahkan, lanjutnya, guna mendapatkan bantuan alat tangkap itu kelompoknya harus membayar sejumlah uang.
    Menurutnya, uang itu digunakan untuk membiayai acara serah terima bantuan alat tangkap tersebut.
    “Kelompok saya sudah membayar sejumlah uang tapi saya belum menerima bantuan alat tangkap itu sampai hari ini,” ujarnya.
    Sejumlah KUB lainnya juga mengatakan belum menerima bantuan alat tangkap tersebut.
    Jon, Ketua KUB “Bahari Sejahtera” di Desa Margasari juga mengatakan belum menerima bantuan alat tangkap perikanan itu.
    Dia juga mengaku telah mengeluarkan uang guna membiayai pelaksanaan acara serah terima bantuan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.
    Kepala Desa Margasari Nyoto Suswoyo, mengatakan dari 15 Kelompok Usaha Bersama yang diusulkan ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Timur sebagai kelompok penerima bantuan dari KKP baru tiga kelompok nelayan yang telah menerima bantuan alat tangkap ikan itu.
    “Informasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Timur, sisanya masih menunggu pengiriman dari KKP,” katanya.
    Menanggapi sejumlah uang yang dibayarkan oleh kelompok nelayan, dijelaskanya uang itu guna membiayai pelaksanaan acara serah terima bantuan alat tangkap itu.
    “Biaya acara serah terima ditanggung swadaya oleh kelompok nelayan dari empat desa penerima program KKP karena Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Timur tidak menganggarkan buat acara serah terima,” jelasnya.
    Jamhari, Kepala Desa Sriminosari mengatakan baru dua kelompok nelayan di desanya yang telah menerima bantuan alat tangkap.
    “Baru dua kelompok, sisanya menyusul,” ujarnya.
    Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Sukorahayu, Yuli juga mengatakan baru dua kelompok nelayan di desanya yang telah menerima bantuan itu.
    “Baru dua kelompok yang menerima bantuan berupa mesin tempel dan aki,” katanya.
    Sedangkan uang yang dikeluarkan oleh kelompok nelayan adalah untuk jalanya acara serah terima itu.
    “Untuk konsumsi, bayar orgen, sewa tarup dan lainnya,” ujarnya lagi.
    Telah diberikan
    Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Timur Johan, saat dikonfirmasi mengatakan semua bantuan dari KKP dalam program Sekaya Maritim 2015 itu telah diberikan seluruhnya kepada masing-masing kelompok nelayan.
    “Sudah kita berikan semuanya pada saat acara serah terima bantuan,” ujarnya.
    Dia pun mengaku bingung jika masih ada kelompok nelayan yang mengaku belum menerima bantuan itu.
    Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyalurkan bantuan peralatan tangkap ikan dan sarana penunjang nelayan lainnya melalui program Sekaya Maritim kepada kelompok nelayan di Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung.
    Penyerahan bantuan peralatan tangkap dari KKP secara simbolis diserahkan oleh Penjabat Bupati Lampung Timur Tauhidi didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Setiato dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung Timur Usman Efendi, di Desa Margasari Kecamata Labuhan Maringgai, Selasa (29/12/15).
    Selain menyerahkan bantuan peralatan tangkap ikan untuk nelayan setempat, Tauhidi juga meresmikan Gedung Sekaya Maritim di desa itu.
    Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Timur, Usman Effendi mengatakan, bantuan peralatan penangkap ikan diberikan kepada 39 kelompok usaha bersama (KUB) dari empat desa pesisir di Kabupaten Lampung Timur.
    Sebanyak 39 KUB itu berasal dari empat desa, yakni KUB Desa Margasari, Sukorahyu, Karang Anyar, dan Desa Sriminosari.
    Bantuan alat tangkap yang diberikan kepada KUB itu, menurut dia, berupa jaring insang hanyut 1.500 meter lima unit, jaring insang hanyut 1.000 meter sepuluh unit, bubu ikan 18 paket, bubu rajungan 21 paket, winch 8 unit, lacuba (lampu bawah air) 14 paket, life jacket 15 buah, motor tempel 16 unit, motor longtile 13 unit, fish finder 7 unit, GPS delapan unit, dan sepeda motor untuk bengkel berjalan empat unit.
    Bantuan lainnya berupa satu kontainer peralatan bengkel, ditambah satu unit mobil pintar untuk sarana penyuluhan dan pelayanan kartu nelayan online yang dikelola Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, serta bantuan sertifikasi tanah nelayan sebanyak 100 bidang.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com